DIYAIKUNU - Warga Diyaikunu mengeluhkan karena hingga saat ini SD dan  Puskesmas Pembantu (Pustu) Diyaikunu masih kosong tanpa petugas yang ditempat di sana. Sehingga belum ada tanda–tanda aktifitas dari kedua fasilitas pendidikan dan kesehatan itu. Walaupun bangunan sekolah san  Pustu sudah ada, namun petugasnya belum ada.  Demikian dikemukakan Silas Bunai, S.Sos, warga asli Diyaikunu itu  menceritakan kepada media ini. Lebih lanjut dikatakan, SD dan Pustu yang dibangun pemerintah Kabupaten Nabire. Setelah sekolah dan Pustu sudah ada, apakah petugasnya sudah ditempatkan atau belum, masih tanda tanya. Atau pemerintah sudah tempatkan petugas namun tidak mau bertugas di situ atau ada petugas yang datang tetapi terganggu kesehatan maka pulang.Warga Kampung Diyaikunu atas nama Silas Bunai meminta kepada pemerintah Kabupaten Nabire agar ditinjau keberadaan penempatan guru dan tenaga medis. Sehingga anak–anak di kampung ini tidak lagi pergi sekolah di Gugida. “Warga saya yang sakit tak lagi pulang dan pergi di Bomomani Distrik Mapia. Tiga ruang kelas yang dibangun kilometer 93 juga belum ada aktivitas belajar mengajar, tinggal hanya bangunannya saja,” tutur Silas. (Donatus Degei)