DOGIYAI – Untuk mengimbangi pekerjaan sebagai tenaga teknik pada bidang  pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Dogiyai melalui instansi teknis, terutama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Dogiyai diusulkan untuk  melakukan dan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bintek) guna menyiapkan tenaga teknik anak–anak asli Dogiyai, entah mengunakan pola lama, seperti melalui DPA dinas/kantor maupun sistim baru dengan pola online berdasarkan Kepres tahun 2016. Penegasan itu dikemukakan pelaksana proyek tenaga lapangan Agustinus Kotouki, Rumah Sakit Umum Persiapaan (RSUP) Dogiyai.  Dikatakan, Dogiyai belum ada tenaga teknik anak asli, maka di Dogiyai ada banyak tenaga kontrak pengadaan barang dan jasa dari luar Dogiyai. “Di Kabupaten Dogiyai sekarang ini tidak seperti pola lama, sekarang melalui password lelang pekerjaan atau sistim pengadaan cara elektronik dan selama ini proyek besar, pemerintah terpaksa mendatangkan tenaga dari luar,” terangnya. Jadi bila dikatakan, pemerintah sekarang mengunakan tenaga kontrak, itu benar, karena di Kabupaten Dogiyai tidak ada tenaga teknik yang memiliki sertifikasi bidang tertentu guna mengatur dan mengelola sendiri  proyek  pengadaan barang dan jasa.  Untuk mengimbangi pengalaman dalam pekerjaan dan pertanggungjawabannya, secara teknis Agus Kotouki meminta kepada Dinas PU Dogiyai kedepan membuka ruang melalui Bimtek bagi anak daerah.  “Pengusaha lokal Dogiyai yang ada ini dibina, mereka diberi pengetahuan pengalaman pekerja di daerahnya sendiri pola dasar berbisnis yang baik. Hal itu tugas pemerintah daerah melalui instansi teknis. Selama 8 tahun  tenaga kontrak diluar Dogiyai, 95 persen mereka menikmatinya. Mereka  orang pengalaman ‘tenaga teknik’ dan memiliki sertifikasi,” ujar Agus. Jadi anak asli Dogiyai tak boleh ketinggalan, Sekarang bisnis sudah online (sistim online) dan Dogiyai sangat dibutuhkan tenaga teknik kedepan terutama tenaga anak daerah. Hal ini untuk mengimbangi pekerjaan, baik soal mutu dan kwalitas pekerjaan. Jaminan pengadaan barang dan jasa, keselamatan dan kesehatan kerja sangat penting dikuasai anak daerah sehingga Dogiyai sebagai dapur umum.  Dogiyai meuwo ini sebagai dapur umum kita semua. Dia sebutkan tenaga seperti Arib Hidayat, Arpan dan Agus, seperti ini tetap kedepan ‘Dogiyai Dou Ena’ atau Dou Peu, dari kita sendiri.(donatus degei)