NABIRE – Kepolisian Resor (Polres) Nabire turun tangan menjadi penengah dalam sengketa lahan Gelanggang Olahraga (GOR) Kotalama. Upaya mediasi dan musyawarah digelar untuk mempertemukan Pemerintah Kabupaten Nabire dengan pihak Gereja GKI Imanuel Kotalama pada Senin (21/9/2026).

Langkah persuasif ini dipimpin langsung Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR. Forum krusial tersebut juga dihadiri oleh Bupati Nabire, Ketua DPRK Nabire, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire untuk duduk bersama dengan perwakilan jemaat GKI Imanuel Kotalama.

Kapolres Nabire menegaskan kehadiran institusinya murni sebagai fasilitator netral demi menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Menurutnya, persoalan agraria atau pertanahan sensitif seperti ini wajib diselesaikan dengan kepala dingin.

“Kami hadir untuk menjembatani komunikasi agar persoalan ini dibahas secara aman dan tertib. Melalui musyawarah yang baik, kami berharap masing-masing pihak bisa memaparkan fakta hukum maupun harapannya, sehingga ditemukan solusi yang saling menguntungkan,” ujar AKBP Samuel.

Ia mengingatkan, jalur dialog sangat penting untuk menutup ruang bagi kesalahpahaman yang berpotensi memicu gesekan di lapangan.

Pihak kepolisian juga meminta semua elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya selama proses hukum dan administrasi ini berjalan.

Polres Nabire berkomitmen mengawal kasus ini dengan pendekatan humanis. Kepolisian berharap komitmen perdamaian ini dihormati oleh kedua belah pihak agar aset daerah dan fasilitas keagamaan dapat difungsikan tanpa menyisakan konflik baru di kemudian hari.

Hingga berita ini diturunkan, proses rekonsiliasi berkas dan argumen dari Pemkab Nabire maupun GKI Imanuel Kotalama masih terus berjalan di bawah pengawasan ketat aparat berwenang. (Humas Polres)