Merajut Kebersamaan, HKJSM Nabire Gelar HUT ke-4 dengan Semangat Guyub Rukun
Rangkaian peringatan HUT ke-4 ini telah diawali dengan kegiatan sosial dan kemasyarakatan sejak awal November 2026.

NABIRE - Himpunan Kerukunan Jawa, Sunda, dan Madura (HKJSM) se-Kabupaten Nabire menggelar puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 dengan penuh khidmat dan meriah di Jalan Sinak, Kelurahan Girimulyo, Minggu (8/11/2026). Mengusung tema pelestarian budaya dan penguatan kerukunan di tanah Papua, perayaan ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Rangkaian peringatan HUT ke-4 ini telah diawali dengan kegiatan sosial dan kemasyarakatan sejak awal November 2026. Pada Minggu (1/11/2026), keluarga besar HKJSM menggelar aksi kerja bakti membersihkan kawasan Pantai Nabire sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebersihan lingkungan kota. Selanjutnya, pada Sabtu (7/11/2026), panitia menyelenggarakan jalan santai yang dilepas dari halaman Kantor Bupati Nabire, dilanjutkan dengan senam sehat bersama dan pembagian berbagai macam doorprize menarik bagi masyarakat.
Puncak acara syukuran yang digelar pada Minggu (8/11/2026) diisi dengan penyerahan santunan sosial kepada 33 warga kurang mampu. Bantuan tersebut merupakan usulan dari 11 kerukunan berbeda, dengan rincian masing-masing tiga orang per kerukunan. Ketua Panitia Pelaksana, Imam Mulyadi AS, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan semangat saling membantu antarwarga di tengah masyarakat.

Kemeriahan HUT ke-4 HKJSM semakin terasa dengan digelarnya berbagai perlombaan seperti lomba catur, lomba Joker, serta pertunjukan seni tradisional kuda lumping dari kesenian Giri Mulyo. Acara kemudian dilanjutkan dengan hiburan rakyat berupa pentas seni dan musik campursari yang menghibur warga hingga malam hari.
Dalam laporannya, Imam Mulyadi AS menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Nabire atas dukungan penuh yang diberikan. Secara khusus, ia menyebutkan dukungan dana dari Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa sebesar Rp150.000.000, serta bantuan dari Bupati Nabire Mesak Magai S.Sos., M.Si. senilai Rp100.000.000.
"Demikian pula kepada Bapak Bupati, Mesak Magai S.Sos., M.Si., atas dukungan bantuan dana sebesar Rp100.000.000 dan sumbangan dari reses DPRD Nabire sebesar Rp25.000.000," ujar Imam Mulyadi AS di hadapan para tamu undangan yang memadati lokasi acara.
Lebih lanjut, Imam juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengusaha, sponsor, donatur, jajaran TNI-Polri, pemerintah kelurahan Girimulyo, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan rangkaian acara. "Akhirnya, marilah kita terus merajut persaudaraan, melestarikan budaya, dan memperkokoh kerukunan di tanah Papua," tuturnya.
Acara turut dihadiri oleh Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari yang hadir mewakili bupati, unsur Forkopimda, ketua-ketua paguyuban, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Ketua HKJSM Provinsi Papua Tengah yang baru terpilih, Dr. H. Mohammad Iskandar, menegaskan bahwa HKJSM merupakan wadah pemersatu paguyuban dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Madura.

Iskandar menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan tingkat Provinsi Papua Tengah ini disepakati mengingat status Nabire sebagai ibu kota provinsi. Ia juga menegaskan bahwa organisasi ini bersifat sosial kemasyarakatan dan tidak berasosiasi dengan politik praktis. "Tujuannya jelas, untuk menyatukan, memperkuat, memperkokoh persaudaraan, persatuan, kekeluargaan, serta membantu pemerintah menjaga kondisi agar tetap kondusif," ungkap Iskandar.
Sebagai identitas pemersatu, HKJSM mengusung slogan khas yang mencerminkan keberagaman anggotanya. "Slogan HKJSM adalah 'Guyub Rukun Ngahiji Selawase'. Jadi guyub rukun bersama-sama, ngahiji bersatu, menjadi satu selamanya selawase," jelas Iskandar dalam sambutannya.
Sementara itu, Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari dalam sambutan tertulis Bupati Mesak Magai menyampaikan apresiasi atas peran aktif HKJSM di wilayah yang dikenal sebagai "Indonesia Mini" ini. Pemerintah daerah berharap organisasi paguyuban ini terus menjadi mitra strategis dalam menjaga toleransi, kerukunan, serta mendukung pembangunan daerah yang aman, maju, dan berkelanjutan.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng, penyerahan santunan secara simbolis, pertunjukan seni tari daerah dan kuda lumping, serta ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pengurus dan warga yang hadir. (sam)
Bagikan artikel ini



