Sang Viking Tumbangkan sang Jendral

Senin pagi waktu Indonesia diwarnai dengan kejutan oleh Norweiga yang berhasil menumbangkan sang Jendral Bintang 5, Brazil, di 16 Besar Piala Dunia Fifa. Pertandingan dibuka dengan sangat baik oleh pemain Brazil, bahkan sang Jendral mendapatkan hadiah penalty di awal laga pada menit 12, namun sayang Guimares gagal mengubah skor untuk Brazil.
Stadion New York-New Jersey menjadi Sejarah Ketika Haaland berhasil membobol gawang Brazil pada menit 79 dan 90, walaupun sempat dibalas oleh the Magician Neymar Jr, namun goal itu sudah sangat terlambat, hanya beberapa detik sebelum pluit akhir dibunyikan.
Pertandingan berjalan seru dan berujung panas Ketika Odeegard terus-menerus memprovokasi Brazil dengan teriakan-teriakannya yang sedikit banyak mengganggu pemain Brazil, tensi tinggi diakhir laga sebenarnya banyak membuang waktu yang akhirnya pertandingan menjadi sedikit membosankan dan hanya menyisakan rasa gregetan, namun kita semua tau bahwa memancing emosi lawan saat ini sudah menjadi bagian dari taktik sepak bola, agar terjadi chaos dan membuang waktu yang berjalan juga untuk menghilangkan fokus lawan.
Dibalik layar kemenangan fantastik Norweiga, sebenarnya ada sebuah fakta menarik yang perlu dibahas dan diperhatikan bagi beberapa negara yang sedang berkembang dan ingin berkembang di sektor olahraga.
Setidaknya ada 3 pemain inti yang akan mencatat nama mereka menjadi legenda timnas Norweiga, dan 1 pemain rotasi yang tidak kalah penting juga, merupakan anak dari 4 legend Norweiga dari generasi emas Norweiga sebelumnya.
Ada Erling Haaland anak dari Alf-Ange Haaland, Alexandr Sorloth anak dari Goran Sorloth, Kristian Thordstvedt anak dari Erik Thordstvedt, dan Patrick Berg anak dari Orjan Berg. Selain keempat nama diatas ada juga beberapa nama lain yang merupakan anak pesepak bola juga seperti Martin Odegaard anak dari Hans Erik Odegaard.
Hal ini memberikan data baru, DNA tidak berbohong. Kita sering sekali melihat seorang legenda sepak bola memiliki anak yang ikut berkarier di sepak bola, namun kita sangat jarang melihat mereka berhasil menyamai rekor orang tuanya, namun berbeda dengan Tim Nasional Norweiga kali ini, mereka berhasil melampaui keberhasilan Legenda sebelumnya, bahkan dengan menumbangkan Tim Raksasa Jendral Bintang 5 di fase gugur 16 besar.
Walaupun memang Norwegia adalah hantu lama bagi Brazil, karena pada gelaran 1998 yang terakhir kali diikuti oleh Norweiga, mereka memang berhasil mengalahkan sang Jendral dengan skor sama persis 2-1. Namun mereka hanya melaju hingga 16 Besar, setelah dikalahkan oleh Italia dengan skor 1-0. Kali ini Haaland dan generasi Emas baru berhasil menembus 8 Besar, mereka berhasil mengalahkan rekor legenda sekaligus orang tua mereka sebelumnya.
Ada satu pertanyaan penting disini, apakah DNA pesepak bola bisa diturunkan atau tidak? Atau DNA Viking memang sangat kuat sehingga yang mengalir disetiap generasi akan sama kuatnya? Bisa dibilang bangsa Viking adalah suatu bangsa yang cukup terkenal dengan Sejarah mereka yang suka melaut dan menjajah daerah-daerah lain, dengan postur dan kekuatan serta mental sekuat baja mereka selalu berani maju dan pantang mundur, ini adalah DNA yang terus menerus diturunkan oleh mereka ke generasi selanjutnya dan bahkan hingga saat ini tidak terputus.
Jika Norweiga adalah jawaban dari pertanyaan apakah DNA pesepak bola bisa diteruskan, maka seharusnya negara-negara lain Bersiap untuk melakukan regenerasi dini, dengan memilih bibit-bibit terbaik dari DNA-DNA yang sudah teruji sebelumnya. Dengan begitu maka kedepannya kita akan bisa melihat petarung-petarung yang lebih kuat lagi di lapangan sepak bola.
Tim Nasional Norweiga memang sedikit unik, mereka hanya masuk piala dunia Ketika mereka memiliki generasi emas, dengan kata lain mereka bukan tim yang langganan masuk piala dunia, namun keikutsertaan mereka dengan generasi emasnya selalu mengejutkan di setiap penampilan mereka. Mari kita nantikan sejauh mana Erling Haaland dan Kawan-kawan akan melaju mengejutkan gelaran Piala Dunia Fifa kali ini.
Bagikan artikel ini



