Salimah Papua Tengah Peringati Maulid Nabi
NABIRE - Persaudaraan Muslimah (Salimah) Provinsi Papua Tengah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan maulid nabi sebagai sarana dalam memperat tapi persaudaraan, tapi silaturahmi diantara umat beragama.

NABIRE - Persaudaraan Muslimah (Salimah) Provinsi Papua Tengah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan maulid nabi sebagai sarana dalam memperat tapi persaudaraan, tapi silaturahmi diantara umat beragama.
"Kita diajak oleh panitia untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi bagaimana mana kita bisa mengambil hikmah dengan kita melaksanakan peringatan maulid nabi, tidak sekedar seremonial, tetapi bagaimana kita bisa mengaplikasikan sunah-sunah Rasulullah didalam kehidupan kita sehari-hari," ucap KH. Mukromin dalam tausihnya di Aula RRI, Minggu (22/09/2024).
Mukromin sampaikan, maka penting seorang ibu itu sangat luar biasa, tanpa didukung oleh ibu yang hebat. "Jadi saya ingat kisah seorang muslimah yang luar biasa yakni sayidah siti Khadijah," ucapnya.
Siti Khadijah adalah seorang milyader, karena dua pertiga kota milik Siti Khadijah. Itu diserahkan semua sama Allah dan rasullnya selama 13 tahun Rasulullah dakwah harta Siti Khadijah habis.
"Yang perlu kita contoh dari sosok seorang Siti Khadijah adalah beliau selalu memberikan spirit atau semangat kepada nabi yang luar biasa," ujarnya.
Sehingga nabi pulang dari Gua Hiro menerima wahyu pertama kali, tidak bisa baca dan tulis. Nabi muhammad seorang khodamul ambiya walmursalin.
Mukromin menjelaskan ketika siti Khadijah wafat, nabi berumur 50 itu artinya itu harus monogami dulu 25 tahun. Kemudian nabi poligami setelah siti Khadijah wafat dan ketika itu nabi menikah dengan seorang janda bernama saudah berumur 60 tahun. Ternyata siti Khadijah semua harta beliau diserahkan habis oleh nabi. Maka disuatu saat kemudian sambil menggendong sayidah Fatimah,kemudian tidur diletakkan tempat tidur.(sam)
Bagikan artikel ini



