NABIRE – Dalam siaran persnya, Solidaritas Anti Corona (SAC) di Nabire, salah satunya meminta pemerintah Kabupaten Nabire untuk menutup akses pesawat dan kapal laut. Hal ini, menurut koordinator SAC di Nabire, Philemon Keiya, sebagai langkah untuk mencegah lebih awal tentang masuknya virus corona di Kabupaten Nabire. Penutupan akses itu, diminta pesawat yang keluar masuk bebas, wajib ditutup untuk sementara waktu. Dan sebelum kapal laut masuk (besok, red), harus ada langkah kongkrit dari Pemda Nabire bersama Otoritas Bandar Udara dan Pelabuhan Laut. Tuntutan kedua, Pemkab Nabire segera mengambil langkah-langkah nyata, konkrit cepat dan tepat untuk penyelamatan warga Nabire. Ketiga, SAC meminta dengan tegas, Pemkab Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, Waropen dan Pemkab Wondama di Papua Barat, wajib satukan barisan dalam satu dua hari kedepan untuk membantu dengan berbagai cara untuk mengatasi masalah di RSUD Siriwini Nabire. Karena, jika virus corona masuk, satu-satunya harapan masyarakat Papua bagian tengah adalah RSUD Siriwini Nabire. Tuntutan keempat, kepada warga di Nabire dan kabupaten sekitarnya, dihimbau untuk berdoa baik pribadi maupun keluarga di rumah masing-masing untuk mencegah penyakit corona. Lebih baik amankan diri dan bersama keluarga di masing-masing rumah. Kurangi keluar dan datangi ke tempat keramaian hingga ada informasi akurat dari pemerintah. Jika ada keluhan dalam keluarga atau tetangga, cepat konsultasi ke Posko di Dinas Kesehatan Nabire, di Jl. Merdeka.  Dikemukakan, virus corona adalah masalah bersama. Sehingga, semua orang yang ada di Nabire dan seluruh warga yang ada di beberapa kabupten tetangga yang lainnya, seperti Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, Waropen dan Wondama (Papua Barat) harus bersama lakukan berbagai cara untuk mencegah masuknya virus mematikan yang mengancam nyawa dari seluruh warga yang ada di Nabire dan sejumlah kabupaten lainnya yang ada di Papua wilayah Tengah. Nabire merupakan pintu masuk satu-satunya untuk kabupaten lain. Maka itu, pemerintah Nabire beserta jajarannya dan semua pimpinan daerah dan jajarannya dari kabupaten-kabupaten lain wajib mengambil langkah-langkah konkrit demi mencegah masuknya virus corona. “Bersama secara gotong royong bisa mencegah bahaya virus corona yang mengancam seluruh warga di Nabire dan sekitarnya ini. Jika tidak diambil langkah yang cepat dan tepat untuk mencegah lebih awal tentang masuk virus ini, akan sangat berbahaya bagi keberlangsungan bagi kehidupan dari ratusan ribu manusia yang ada di daerah-daerah ini,” ujarnya. (ros)