NABIRE - Radio Republik Indonesia (RRI) Nabire sukses menyelenggarakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RRI yang ditandai dengan penyulutan obor Tri Prasetya secara serentak di seluruh Indonesia pada Jumat (11/9/2026).

Mengusung tema "’Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur’, perayaan tahun ini dimeriahkan dengan penyelenggaraan RRI Fest 2026 yang memasuki edisi kedua.

Panitia pelaksana, Jodevri Panjaitan, dalam laporan penutupannya di Aula RRI menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya rangkaian acara.

“Seluruh kegiatan kami hadirkan dengan satu tujuan, yaitu membangun kebersamaan, memperkuat kepedulian serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kerja sama dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, TNI-Polri, hingga para pelaku UMKM.

Kepala Stasiun LPP RRI Nabire, Surya S. Thalib, S.AP., M.Si., turut mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas dedikasi seluruh angkasawan dan angkasawati RRI.

“Bekerja di RRI, memang tidak mudah, bahkan hari libur pun mereka masuk, lebaran ataupun natal, mereka tetap bergerak untuk maju,” ungkap Surya. Ia menegaskan, penyulutan obor merupakan momen sakral untuk mengingatkan kembali keberpihakan RRI pada empat konsensus bangsa.

Lebih lanjut, Surya menjelaskan, bRRI Nabire saat ini tengah merintis pembentukan stasiun produksi baru di Mimika. “Setelah kegiatan ini, kami kembali akan bergiat untuk mempersiapkan RRI atau stasiun produksi di Mimika,” tuturnya. Ia berharap RRI Nabire dapat terus berjaya dalam menyuarakan aspirasi daerah Papua Tengah secara luas.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli III Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Marthen Ukago, menyampaikan apresiasi atas dedikasi lembaga penyiaran publik ini.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan selamat hari ulang tahun yang ke-81 kepada seluruh keluarga besar Radio Republik Indonesia, khususnya LPP RRI Nabire,” ucap Marthen.

Marthen menekankan, usia 81 tahun merupakan perjalanan panjang pengabdian RRI dalam menjaga persatuan bangsa. “81 tahun merupakan perjalanan panjang pengabdian RRI dalam menjaga persatuan dan menyampaikan informasi, memberikan pendidikan, menghibur serta menjadi suara masyarakat di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Terkait tema perayaan, pemerintah daerah menilai hal tersebut sangat relevan dengan tantangan media saat ini. “Tema ini sangat relevan dengan peran RRI sebagai media publik di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi,” kata Marthen. Ia juga mengingatkan pentingnya peran RRI dalam menangkal informasi palsu dan menjaga ruang publik tetap sehat.

Bagi wilayah Papua Tengah, keberadaan RRI dinilai memiliki nilai strategis yang tinggi secara geografis. “RRI dapat menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah pedalaman, pesisir dan pegunungan,” jelas Marthen. Pemerintah daerah berharap RRI dapat terus mengangkat potensi lokal serta menyuarakan aspirasi rakyat dari kampung-kampung.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menyatakan keterbukaannya terhadap kritik yang membangun dari media. “Pemerintah Provinsi Papua Tengah terbuka terhadap kritik yang konstruktif dan berbasis data; kritik yang baik akan membantu pemerintah memperbaiki pelayanan kepada masyarakat," tegas Marthen.

Kerja sama yang erat antara pemda dan RRI diyakini akan mempercepat kemajuan daerah. Menutup sambutannya, Marthen berpesan agar RRI terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital di era modern ini. “Transformasi digital harus diperkuat agar RRI tetap dekat dengan generasi muda dan mampu menjangkau masyarakat melalui berbagai platform,” pesannya.

Acara yang berlangsung khidmat di Aula RRI Nabire tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire, para pimpinan TNI-Polri, Dharma Wanita, para pensiunan RRI serta tamu undangan lainnya.

Kehadiran para sesepuh dan pensiunan RRI memberikan nuansa kekeluargaan yang mendalam dalam perayaan HUT ke-81 tersebut. Rangkaian RRI Fest 2026 sendiri sebelumnya telah diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, mulai dari aksi bersih Pantai Nabire, senam sehat di Car Free Day (CFD), pemeriksaan kesehatan gratis, gerakan pangan murah, donor darah hingga ajang pencarian bakat Bintang Radio Indonesia 2026. Seluruh rangkaian kegiatan ini sukses menarik partisipasi aktif masyarakat Nabire.

Perayaan ditutup dengan harapan besar agar semangat kebersamaan dan independensi RRI terus terjaga. “Semoga RRI semakin maju dan terus menjadi media publik yang terpercaya dan mendukung terwujudnya Indonesia berdaulat, adil dan makmur,” pungkas Marthen Ukago mengakhiri sambutan gubernur. (sam)