Rindu Kembali Pulang
Tidak sedikit warga Nabire yang tertahan di luar daerah hingga kini masih menanti keputusan pemerintah daerah untuk membuka pintu masuk. Aga
Tidak sedikit warga Nabire yang tertahan di luar daerah hingga kini masih menanti keputusan pemerintah daerah untuk membuka pintu masuk.
Agar mereka bisa segera mengakhiri “penderitaannya” bertahan hidup “tanpa kemampuan” di daerah orang.
Akibat kerinduan untuk pulang kampung yang belum bisa terpenuhi, tidak sedikit dari mereka yang mulai membuat perbandingan.
Ada pemerintah daerah lain bisa memulangkan warga, namun kenapa Kabupaten Nabire belum menempuh jalur itu ? Karena tentu saja daerah lain yang memulangkan warganya juga memproteksi Virus Corona masuk.
Warga bertanya, pemerintah Kabupaten Biak sudah memulangkan warganya yang terjebak lockdown di sejumlah daerah, kapan pemerintah Kabupaten Nabire melakukan hal yang sama ? Belum bisakah pemerintah Kabupaten Nabire melakukan hal yang sama ? Tentu yang punya kompetensi untuk menjawab adalah pemerintah Kabupaten Nabire.
Tentu menjadi kerinduan warga-terlebih bagi mereka yang sedang gundah gulana karena terlockdown di daerah orang-agar pemerintah Kabupaten Nabire segera memberikan jawaban.
Penutupan akses sementara (walapun sudah berjalan berbulan-bulan), tujuannya untuk menangkal adanya masuknya Virus Corona ke Nabire melalui penumpang yang masuk ke Nabire.
Namun jika penumpang yang masuk secara medis benar-benar bisa dijamin tidak membawa Virus Corona, tidakkah yang begini ini layak untuk pulang kembali ke kampung ? Pemerintah daerah ini bisa dipastikan punya banyak orang-orang hebat yang bisa membuat skema menangkal Virus Corona masuk Nabire, dengan tidak menangkal warga Nabire yang bebas Virus Corona untuk kembali pulang.
Karena kami sudah rindu untuk kembali pulang. ***
Bagikan artikel ini



