NABIRE - Dengan adanya kasus pembunuhan sadis dan berencana yang dilakukan beberapa saat lalu yang sempat menggemparkan seluruh lapisan masyarakat oleh pelaku berinisial AWS, yang masih duduk dibangku sekolah kelas IX, terhadap adik kelasnya CKC kelas VIII yang juga tercatat sebagai murid SMP Negeri 1 Nabire.

Untuk itu, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, wartawan Papuapos Nabire bertemu langsung Kepala SMPN 1 Nabire, Irwan C. Mareku, S.Pd, guna bertanya soal sikap sekolah terhadap pelaku yang tercatat sebagai siswa SMPN 1 Nabire dan kepala sekolah pun bersedia menjawabnya.

Irwan Mareku mengatakan, sebagai guru yang telah bertugas kurang lebih 20 tahun baru tahu dan dengar ada kasus atau kejadian yang sangat luar biasa antara anak murid di sekolah ini dan semenjak adanya kasus ini mencuat belum ada komunikasi antara pelaku dan pihak sekolah.

Sehingga berdasarkan data yang diterima selaku kepala sekolah dan berbagai informasi lain yang ada, maka sudah jelas–jelas pelaku AWS telah dikembalikan kepada pihak orang tua di rumah, guna menjalani proses hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam proses hukum yang sedang berjalan.

Sebagai kepala sekolah tentunya memiliki catatan, bahwa pelaku AWS pernah memiliki masalah yang serius, sehingga dipanggil bersama orang tua ke sekolah untuk diselesaikan masalahnya.

Untuk itu, dirinya ingin menyampaikan, masalah pembunuhan terhadap siswi CKC merupakan kejadian yang sangat luar biasa.

Dan pada Senin, 27 Juli lalu, korban CKC menjadi pemimpin upacara dan selaku kepala sekolah menjadi pembina upacara. Dalam perlaksanaan upacara rutin setap Senin itu, CKS sempat pisang akibat terik matahari dan digantikan oleh temannya menjadi pemimpin upacara.

Untuk itu, dengan adanya kasus kematian CKC yang sudah tersebar di mana-mana, selaku kepala sekolah dan semua dewan guru telah sepakat dan memutuskan untuk mengembalikan AWS kepada orang tua untuk menjalani proses hukum yang sedang berjalan. (des)