Program Prioritas Harus Dikomunikasikan, Terutama MBG

NABIRE - Dari kementerian sudah menetapkan program prioritas dan harus segera dikomunikasikan. Salah satunya Adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan diharapkan semua anak-anak Indonesia sudah menerima dan semuanya bisa menikmati.
Lantas untuk itu keseimbangan gizinya dan sekaligus juga nanti bagaimana supaya anak-anak yang selama ini mungkin tidak makan dari rumah, di sekolah juga bisa makan bergizi dan mereka semakin semangat belajar. Demikian dikatakan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua, Dr. Junus Simangunsong, S.Si., M.T.
"Harapannya nanti mereka dalam proses pembelajaran selalu memperoleh prestasi ke depan. Memang secara bertahap semua program prioritas itu sudah dijalankan, makanya dari pemerintah daerah, yakni Pemprov Papua Tengah telah berkolaborasi dan kerja sama agar program ini bisa berjalan dengan baik,” kata Junus dalam wawancara di Guest House, Kamis (30/10/2025) lalu.
Ia menambahkan adanya pendampingan sekolah, kemudian nanti bagaimana memastikan semua satuan pendidikan itu tidak menyimpang dari Juknis. Misalnya, kalau khusus yang revitalisasi sudah pada tahap pertama ini. Jadi pencairan pertama ini 70 persen dan setelah nanti laporan-laporan progres kerjanya, baru nanti tahap kedua yang sisanya 30 persen.
Lalu untuk yang smart board atau interaktif LED panel ini sudah banyak sekolah yang menerima. Dan ini tentu saja tidak hanya menerima, akan tetapi bagaimana memanfaatkan interaktif panel ini untuk proses pembelajaran, sehingga nanti yang selama ini mungkin guru atau kepala sekolah atau pengawas itu kekurangan bahan ajar.
"Semuanya di interaktif panel dan ini sudah ada di rumah pendidikan agar nanti pelayanannya juga bisa digunakan secara interaktif dengan anak-anak. Seperti kata Pak Gubernur tadi, Papua Tengah juga tidak boleh ketinggalan dengan teknologi," katanya.
Ia menjelaskan strateginya pasti semua, apalagi yang namanya smart board itu semua sekolah yang misalkan kesulitan listrik atau internet itu juga disiapkan fasilitasnya. Jadi tidak hanya panelnya saja, akan tetapi alat pendukungnya untuk pembangkit listrik sama internet juga disiapkan.
"Karena itu nanti ada berbagai paket ya, terutama yang paket tiga itu akan disiapkan. Termasuk yang mendukung smart board ini mulai dari pembangkit listriknya sampai internet. Kepala dinas ini lebih tahu kondisi lapangan, ini kesulitannya," pungkasnya.(edi/saul)
Bagikan artikel ini



