Presiden Jokowi Tinjau Pelabuhan Laut Samabusa
NABIRE - Melihat Kondisi Pelabuhan Laut Nabire yang direncanakan akan menjadi salah satu Program Tol Laut bagian Indonesia Timur, Pr
Bagikan
NABIRE - Melihat Kondisi Pelabuhan Laut Nabire yang direncanakan akan menjadi salah satu
Program Tol Laut bagian Indonesia Timur,
Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan
Budi Karya Sumadi, Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP.,MH dan Bupati Nabire
Isaias Douw, S.Sos.,MAP saat meninjau kesiapan Program Tol Laut di Pelabuhan
Samabusa, Kamis (21/12) pukul 10.30 WIT terkesima melihat kondisi Pelabuhan
Laut Samabusa Nabire. Kata Presiden Jokowi, saat diwawancarai awak media di Dermaga Pelabuhan Samabusa Nabire
mengatakan, untuk tahun 2018 nanti Pelabuhan Laut Samabusa juga akan mulai
diperbaiki, dibenahi, dibesarkan termasuk terminal penumpang dan akan
dikerjasamakan dengan pihak swasta, sehingga betul-betul menjadi pelabuhan bagi
enam kabupaten di sekitar wilayah Nabire. “Y saya kira itu tadi, nanti tahun depanini akan mulai dikerjakan, sehingga ini betul-betul
menjadi pelabuhan bagi enam kabupaten di sekitar Nabire. Saya kira kalau itu
dikerjakan semua akan bertumpuh pada pelabuhan di Nabire ini yang tersebar ke
kabupaten-Kabupaten sekitar Nabire. Tadi malam juga Pak Bupati sudah sampaikan
kepada saya bahwa Nabire ini harus menjadi sentral bagi sejumlah kabupaten,
begitu juga dengan Bandara dan juga pelabuhan laut,” ungkap presiden. Menurut Presiden, bahwa percepatan pembangunan dermaga maupun terminal penumpang Pelabuhan Laut
Samabusa adalah bagian dari program tol laut yang dicanangkan oleh pemerintah
pusat. Tetapi, tentunya masih banyak pekerjaan besar yang belum dikerjakan,
sehingga ini akan menjadi prioritas pada tahun 2018 mendatang. “Ini menjadi satu desain besar yang telah dimulai kerjakan oleh Kementerian Perhubungan, tetapi
masih banyak sekali pekerjaan besar yang masih belum kita kerjakan, satu
persatu, selesaikan, selesaikan, selesaikan. Swasta mau masuk kesini (Nabire)
itu bagus, swasta mau masuk kesini membawa fasilitasnya sendiri itu bagus, yang
lain-lainnya yang masih kurang-kurang itu urusannya Kementerian Perhubungan,”
tuturnya. Swasta Masuk Nabire Pasti Fisibel Bagi Presiden, salah satu hal positif dari Kabupaten Nabire ketika pihak swasta mau masuk ke
Nabire artinya bahwa secara bisnis masuk ke Nabire ‘Fisibel’ (terwujud). Nanti
juga ada sebuah usaha dari pihak swasta yang datang ke Nabire untuk membawa produk
Nabire untuk dijual keluar, sehingga ada hitung-hitungan dan keuntungan bagi
daerah. “Swasta masuk itu artinya hanya satu, bahwa secara bisnis masuk ke Nabire itu fisibel. Tapi juga
nanti akan ada usaha dari swasta untuk membawa produk dari Nabire yang bisa
keluar, kalau tidak begitu mungkin nggak bisa untung, mesti hitung-hitungan
seperti itu. Produk yang bisa dibawa ke Makassar, Surabaya seperti kayu, jeruk,
ikan dan lain sebagainya dan pasti fisibel kalau dari sini,” pungkasnya. (cad)
Bagikan artikel ini



