NABIRE - Menjelang peringatan Hari Raya Idul Fitri, Kepolisian Resor Nabire, Senin (21/7) pukul 09.30 Wit melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Matoa 2014. Apel dipusatkan di lapangan Apel Mapolres Nabire.   Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Matoa 2014, dibawah sorotan tema, “Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Matoa 2014, Kita Tingkatkan Sinergi Polri Dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman Pada Perayaan Idul Fitri 1435 H”, ditandai dengan penyamatan pita dilengan kiri peserta upacara sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat Matoa 2014. Turut hadir, Dandim 1705 /Paniai, Letkol. Inf. Franz Yohanis Purba, S.IP., Komandan Yonif 753/ AVT, Mayor Inf. M. Mahbub Junaidi, Komandan Den Zipur 12/OHH, Mayor Czi. Zainal Arifin, perwakilan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Nabire, serta sejumlah peserta Apel Gelar Pasukan dari kalangan Perwira, Bintara dan Tamtama TNI/Polri. Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Matoa 2014 di wilayah Hukum Polres Nabire, bertindak sebagai inspektur upacara, Waka Polres Nabire, Kompol. Alberthus Andreana, S.Ik dan dipimpin IPDA. H. J. Manurung. Dalam sambutan tertulis Kapolri, Jenderal Polisi, Drs. Sutarman Pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tahun 2014, yang dibacakan inspektur upacara, Wakil Kepala Kepolisian Resor Nabire, Kompol. Alberthus Andreana, S.Ik  mengatakan, gelar pasukan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Polda dan satuan kewilayahan ini, merupakan tahapan penting yang harus dilaksanakan dalam suatu proses manajerial. Dengan tujuan, untuk memastikan bahwa Polri beserta seluruh instansi terkait dan segenap potensi masyarakat, benar–benar siap baik dari segi kekuatan personel, kemampuan, maupun kelengkapan sarana prasarana yang akan digunakan sebelum diturunkan ke lapangan. Kata Kapolri, melalui kegiatan ini, diharapkan dapat dilakukan pengecekan mendetail. Sehingga seluruh rencana yang telah dirancang dengan matang, dapat diimplementasikan secara optimal. Dengan demikian, keamanan, kenyamanan dan kondusifitas pada perayaan Idul Fitri 1435 H benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat. Selaku Kapolri dirinya juga menyampaikan, momen pengamanan lebaran tahun ini bersamaan dengan penyelenggaraan agenda nasional Pemilu 2014. Meskipun sebagian kekuatan Polri masih tergelar dalam rangka mengamankan pesta demokrasi, namun melalui suatu proses penyusunan yang terencana dengan manajemen pengamanan yang baik, kekuatan Polri didukung TNI, pemerintah daerah, mitra Kamtibmas dan stakeholders lainnya secara khusus telah dipersiapkan. Sehingga mampu menjamin terpeliharanya Kamtibmas yang kondusif pada perayaan Idul Fitri 1435 H. “Terkait pelaksanaan Pemilu 2014 yang tengah berlangsung, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran serta segenap pihak terkait, yang telah mendukung berbagai upaya pemeliharaan Kamtibmas. Sehingga secara umum, semua tahapan Pemilu Legislatif telah dapat berjalan dengan sukses dan lancar,” ungkapnya.  Demikian pula dengan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, hingga saat ini, rangkaian tahapannya juga telah berjalan aman dan tertib. Kita berharap ke depan, suasana kondusif ini dapat terus berlangsung. Terutama pada esok hari tanggal 22 Juli 2014 (hari ini red), sesuai dengan jadwal, akan dilaksanakan penetapan hasil Pemilu Presiden. Sehubungan dengan hal tersebut, dirinya menggugah kesadaran semua, untuk bersama–sama mewujudkan kehidupan berdemokrasi secara baik sebagai warga negara beradab yang patuh hukum. Dengan menyelesaikan setiap perselisihan Pemilu yang terjadi melalui forum Mahkamah Konstitusi, tidak dengan cara anarkis yang melanggar aturan. Menurutnya, siapapun yang nantinya akan dipilih oleh rakyat melalui pesta demokrasi ini, harus di dukung bersama dalam tugasnya menjalankan amanah rakyat guna menggerakkan roda pemerintahan menuju kehidupan yang adil, makmur dan sejahtera. Dengan demikian, demokrasi yang paripurna melalui tahap pemantapan dalam kehidupan berdemokrasi, akan dapat terwujud.   “Sebagaimana kita ketahui, perayaan Idul Fitri senantiasa disertai dengan peningkatan berbagai aktivitas masyarakat, terutama di tempat–tempat ibadah, pusat perbelanjaan, serta lokasi wisata,” ujarnya. (cad)