Oleh : DR.H.Mukayat,M.Sc,M.Si,M.PdEKSISRENSI dan berdirinya negara Republik Indonesia adalah melalui perjuangan fisik dan diplomasi (politik) melawan imperialis Belanda dan Jepang. Secara politik telah melahirkan tokoh-tokoh besar yang selama hidupnya didedikasikan kepada bangsa, negara , dan masyarakat tanpa memperdulikan diri dan keluarga. Keluar masuk penjara adalah langganan mereka, perjuangan yang tak kenal lelah untuk mencapai Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Politikus-politikus andal yang sulit didapatkan diera sekarang, yang memiliki kecenderungan mengejar kekuasaan dan jabatan belaka. Ir. Sukarno, Drs. Moh.Hatta, Adam Malik, Sutan Syahrir, Buya Hamka adalah contoh segelintir orang Indonesia yang memiliki kualitas, kapasitas, kapabilitas, dan integritas sebagai politisi yang andal yang hidupnya untuk memajukan dan mensejahterahkan masyarakatnya. Politik secara etimologis adalah Polis yang berarti kota/negara. Menurut Aristoteles politik memiliki dimensi, antara lain: negara (state), kekuasaan (power), pengambilan keputusan (decision making), kebijakan (beleid), pembagian kekuasaan (distribution), dan alokasi (allocation). Politik adalah upaya untuk memperoleh sesuatu yang dikehendaki atau mempengaruhi orang lain untuk tujuan umum (public goals) dan khusus (private goals).Sistem pembagian kekuasaan secara politik di negara kita adalah mengikuti aliran filsuf John Locke (Two Treatises of Goverment) dan Montesquieu (Spirit of Law) dalam Trias Politica : Legislatif (DPR), Eksekutif (Presiden ), dan Yudikatif ( Peradilan). Ketiga lembaga tersebut memiliki kekuasaan (power), kewenangan (authority), dan fungsi kelembagaan yang sama kuat dan tidak dapat saling menjatuhkan. Apabila ketiga lembaga tersebut dapat bekerja secara optimal, sesuai dengan tugas dan fungsinya maka roda pemerintahan akan berjalan secara baik dan bersinergi dengan kontrol dan pengawasan yang benar.Fenomena yang terjadi masa pemerintahan Jokowi_JK adalah beraroma lucu dan menguras energi yang tak bermanfaat. Terjadinya dominasi dalam parlemen antara KMP dan KIH yang membuat masyrakat ketawa dan geli, karena hasrat kekuasaan dan rakus jabatan terjadinya intrik-intrik politik yang tidak memberikan pembelajaran yang baik sebagai seorang politikus pilihan rakyat dan masyarakat. Nafsu untuk hegemoni kekuasaan dan jabatan, membuat mereka lupa bahwa rakyat menunggu kinerja dan terobosan ide untuk kemajuan bangsa dan negara. Lembaga eksekutif terkuasai blok KIH, lembaga parlemen oleh KMP, dan lembaga Yudikatif adalah pilihan eksekutif yang bersifat netral. Bila lembaga-lembaga tersebut bekerja sesuai dengan amanat Undang-Undang maka tidak perlu lagi terjadinya friksi dan ketakutan untuk saling menjatuhkan. Negara kita membutuhkan presiden yang berpikir inovatif, out the book, maverick, sedikit ekstrem, memiliki visi dan misi untuk Indonesia kedepan, dan peka terhadap penderitaan rakyatnya. Dibutuhkan politikus di Senayan yang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap kesejahteraan, keadilan, perbaikan, dan perjuangan untuk mengangkat kehidupan masyarakat melalui ndang-Undang yang berpihak kepada masyarakat dan rakyat.Pertanyaannya, apakah kita telah memiliki wakil-wakil rakyat yang memiliki kualitas, kapasitas, kapabilitas, dan integritas sebagai politisi yang handal yang memiliki amanat untuk mensejahterahkan masyarakat (konstituennya). Bermodal populer, punya uang dan minim kemampuan maka akan melahirkan politisi yang tidak bekerja secara maksimal. Sistem pemilihan wakil rakyat yang membutuhkan biaya ekonomi tinggi (high costs economy) menyebabkan terjadinya banyak kasus korupsi pada para wakil rakyat kita. Menurut ICW pada tahun 2004-2014 terdapat 3000 anggota DPRD tersandung kasus korupsi, dan Menurut KPK tahun 2007- 2014 terdapat 74 anggota DPR pusat terkait kasus korupsi. Menurut Pukat UGM, kepala daerah yang tersangkut korupsi lebih dari 60% ( 365 orang dari 580 kepala daerah)      Fenomena lain, yang membuat masyarakat ketawa geli terjadinya perpecahan dalam partai politik. Menghias pemberitaan media massa dan elektronik yang sama sekali tidak menunjukkan contoh yang baik terhadap pembelajaran demokrasi kepada masyarakat dan membuang energi bangsa dengan sia-sia. Perpecahan tidak perlu terjadi apabila masing-masing memiliki kearifan dalam berpikir dan berkomunikasi, layaknya sebagai seorang politikus yang handal dan tidak rakus dan dipenuhi hasrat mengejar kekuasaan belaka. Bagaimana mereka bisa mengatur bangsa dan negara yang begitu besar untuk menyelesaikan masalah internal partai saja sudah kewalahan dan tidak mampu. Campur tangan pemerintah yang tidak netral menimbulkan permasalahan dan memperkeruh konflik, harusnya pemerintah lebih arif dan menjaga kekuatan bangsa sekecil apapun komponen bangsa tidak tercabik-cabik dan pecah, karena akan mengurangi kekuatan dan kemampuan suatu bangsa. Partai adalah pilar untuk memperjuangkan demokrasi, apabila partai di suatu negara kuat dan diisi oleh orang-orang yang memiliki kualitas dan integritas yang baik, maka demokrasi dijalankan oleh orang-orang yang mengerti dengan tugas dan fungsinya serta memiliki domain untuk mewakili masyarakat dalam pencapaian kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup. Sebagai wakil rakyat adalah merupakan jabatan dan tugas yang mulia, untuk memperjuangkan aspirasi dan kehidupan masyarakat minimal adalah masyarakat konstituen. Tidak semua orang bisa menjadi wakil rakyat, kesempatan yang ada dimanfaatkan untuk memperjuangkan kesejahteraan, kebaikan, keadilan, dan peningkatan taraf hidup masyarakat melalui Perda yang pro kepada masyarakat. Mengontrol dan mengawasi fungsi eksekutif yang tidak berpihak kepada masyarakat dan kepentingan rakyat banyak. Politik adalah sebuah instrumen dan teknik untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. Politik adalah bersih dan baik, apabila difungsikan dan dijalankan oleh orang-orang yang paham akan makna dan tujuan mulia dari aspek politik itu sendiri. Politik adalah kotor, itu adalah pendapat sebagian orang yang keliru, politik adalah politik sebuah ilmu dan instrumen yang baik sedangkan yang kotor adalah manusia yang menjalankannya. Politik apabila dijalankan oleh orang-orang memiliki kemuliaan hati dan pikiran maka akan melahirkan politikus-politikus yang bersih dan politik adalah sebagai perjuangan untuk mensejahterakan masyarakat. Fungsi  politik adalah memperoleh apa yang dikendaki dan mempengaruhi masyarakat untuk mencapai tujuan dalam peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara menyeluruh.     Setiap perikehidupan dalam kehidupan membutuhkan ilmu politik untuk mencapai tujuan sebuah organisasi. Apabila berkaitan dengan organisasi yang memiliki target dan tujuan yang telah ditetapkan, maka membutuhkan politik dan strategi untuk mencapainya. Politik yang bermartabat adalah politik yang diisi oleh orang-orang yang memiliki kualitas, kapasitas, kapabilitas, dan integritas sebagai calon politikus dan tidak sekedar populer dan memiliki uang.Politikus yang sekarang ada di parlemen diharapkan memiliki aspek dan sikap tersebut diatas. Sehingga memiliki kemampuan dan kecerdasan untuk memperjuangkan kesejahteraan dan menyuarakan aspirasi rakyat secara benar dan bertanggung jawab. Mereka berpikir untuk merealisasikan janji dan tidak terkontaminasi dengan sikap yang merugikan masyarakat dan membuat malu integritas diri terseret kasus hukum. Politikus adalah menjadi contoh dan figur terbaik masyarakat, dan seharusnya menjadi orang-orang pilihan yang tindakannya dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi masyarakat banyak.Perlunya partai, melakukan kaderisasi dan rekrutmen anggota dengan melihat aspek-aspek tersebut diatas. Sehingga partai yang merupakan instrumen demokrasi dapat berjalan secara baik. Perlunya pelatihan dan pendalaman atas arti dan makna menjadi seorang politikus yang baik dan bertanggung jawab. Politikus sebagai wakil masyarakat yang bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan golongan dan kelompok tertentu. Saudara yang sekarang menjadi wakil rakyat dan wakil Tuhan, sudah saatnya sumbangkan waktu anda untuk mengangkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat yang terutama memilih anda. Tebarkan kebaikan di muka bumi selama anda bisa melakukan. Sebaik-baiknya manusia adalah yang banyak manfaat terhadap manusia lain (Khoirunass affauhun linnas). Semoga Tuhan melindungi saudara dalam menebarkan kebaikan dan kesmalatan umat di muka bumi...Semoga saja!