NABIRE – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah (Papteng) mengklarifikasi terkait postingan ‘Hoaks’ yang beredar di Media Sosial (Medsos). Yang mana, menurut data yang diterima, sebuah foto yang diposting oleh akun KNPB News Nabire serta tersebar luas melalui aplikasi WhatsApp (WA), yang diklaim sebagai kejadian kericuhan di wilayah Dogiyai.

Setelah dilakukan penelusuran di Medsos, ditemukan akun Facebook milik (LL) dan (AP), dan diketahui bahwa foto maupun dokumentasi yang beredar tersebut bukan merupakan kejadian di Dogiyai, melainkan peristiwa yang terjadi di wilayah Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, beberapa waktu silam.

Sehingga, pihak Polda melalui Bidang Humas Polda Papteng menyatakan, informasi tersebut merupakan postingan hoaks yang berpotensi menyesatkan masyarakat serta memperkeruh situasi keamanan.

Di mana, kondisi di wilayah Dogiyai saat ini terpantau aman dan kondusif, meskipun pengawasan dan patroli tetap ditingkatkan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Selain itu, gambar di media sosial yang diklaim sebagai kejadian pada 31 Maret 2026 di Dogiyai yang diposting 3 April 2026 itu, diketahui bukan foto atau peristiwa baru. Dengan demikian, narasi yang menyebutkan bahwa kejadian dalam gambar tersebut terjadi pada 31 Maret 2026 di Dogiyai tidaklah benar. 

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya, selalu melakukan pengecekan fakta sebelum menyebarkan kembali dan bijak dalam menggunakan Medsos agar tidak memperkeruh situasi.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima dan menyaring informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang dapat memecah persatuan.(wan/hum polda)