* Bendera Merah Putih Buatan Ribka Haluk Berkibar di Sapta Marga 

NABIRE - Sejarah baru kembali terukir di Tanah Papua khususnya di Provinsi Papua Tengah. Penjabat Gubernur Provinsi Papua Tengah, DR. Ribka Haluk, S.Sos.,MM untuk pertama kalinya menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada puncak peringatan detik-detik proklamasi Republik Indonesia ke-78 Tahun 2023 di wilayah Provinsi Papua Tengah, Kamis (17/08), di Lapangan Sapta Marga Kodim 1705/Nabire pukul 08.00 WIT. 

Turut hadir, Danrem 173/PVB Brigjen TNI. Franz Yohanes Purba, S.I.P, Sekda Provinsi Papua Tengah, Anwar Harun Damanik, SSTP., MM, LO Polda Papua untuk Papua Tengah Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, S.H, S.I.K, M.Pd, LO Kajati Papua untuk Papua Tengah, Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si, serta Forkopimda Kabupaten Nabire dan pimpinan OPD Provinsi Papua Tengah dan Pimpinan OPD Kabupaten Nabire. 

Hal yang menarik dalam puncak peringatan detik-detik proklamasi RI di Provinsi Papua Tengah, adalah bendera sang Saka Merah Putih yang dibentangkan oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Provinsi Papua Tengah adalah Bendera Merah Putih buatan langsung dari tangan Penjabat Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk. Bendera tersebut dijahit langsung oleh Ribka Haluk di Bengkulu Sumatera, tepatnya di tempat dimana Ibu Negara Republik Indonesia pertama Fatmawati Soekarno yang merupakan ibu dari Megawati Soekarno Putri yang merupakan Presiden Ke – V Republik Indonesia, menjahit Bendera Pusaka Merah Putih untuk di kibarkan pada 17 Agustus 1945. 

Dengan menitikan air mata, bercampur rasa bangga dan haru, Penjabat Gubernur Papua Tengah ketika membaca amanatnya mengatakan, terima kasih kepada para pejuang kemerdekaan yang telah berjuang untuk kemerdekaan, dan juga kepada pejuang bendera merah putih. 

“Saya merasa bangga dan terharu, karena saat ini, atas perjuangan para pahlawan-pahlawan kita, termasuk pahlawan bendera merah putih, dimana saat ini bendera merah putih hasil karya pribadi saya sendiri, berkibar di lapangan ini, bendera ini saya berikan kepada generasi muda yang ada di Provinsi Papua Tengah sebagai rasa cinta saya kepada generasi penerus bangsa Indonesia di Tanah Papua Tengah,” ujarnya sambil menitikan air mata yang berusaha ditahan oleh Penjabat Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk. 

Upacara peringatan detik-detik proklamasi RI di tingkat Provinsi Papua Tengah berjalan aman, damai dan sukses. Walaupun, dalam kondisi cuaca yang mendung bersahabat, tidak mengurangi makna dari peringatan HUT Ke – 78 Republik Indonesia di Provinsi Papua Tengah dan untuk pertama kalinya di gelar setelah Provinsi Papua Tengah lahir sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) pada 30 Juni 2022. 

Dalam sambutannya Pj Gubernur Ribka Haluk juga menyampaikan, sesuai dengan tema kemerdekaan yaitu ”Terus Melaju Untuk Indonesia Maju”, sejak Provinsi Papua Tengah dibentuk pada tanggal 25 Juli 2022 dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada 11 November 2022 berdasarkan Undang-Undang nomor 15 tahun 2022, terdapat 12 agenda prioritas yang wajib dilaksanakan dan diselesaikan dalam rangka membangun fondasi pemerintahan yang ideal. Keduabelas agenda itu masing-masing, pelantikan penjabat gubernur, pembentukan perangkat daerah dan manajemen ASN, penyusunan Pergub tentang APBD, pembentukan MRP Provinsi Papua Tengah, 

pengisian DPR-RI, DPD-RI, DPR Papua Tengah, dan penetapan daerah pemilihan, pengalihan aset dan dokumen, penyusunan RTRW, penyiapan Sarpras pemerintahan, pengalokasian dana hibah, cipta kondisi pasca pengundangan, pelaksanaan Pilkada guberur dan wakil gubernur, dan pembinaan, pengawasan dan evaluasi.

“Sebagian 12 agenda tersebut telah dilaksanakan oleh ibu gubernur, tentu kedepan kita perlu mendorong percepatan atas tercapainya beberapa agenda lainnya diantaranya suksesi Pemilukada dan Pemilu 2024,” tuturnya. 

Disamping 12 agenda prioritas tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga terus melakukan langkah-langkah dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat akan kesejahteraan. Beberapa upaya-upaya yang disusun yakni, menyusun rencana induk atau grand design pola penyelenggaraan pendidikan, grand design pelayanan kesehatan;, grand design perekonomian dan membangun sarana dan prasarana pusat pemerintahan provinsi berbasis smart dan green city. 

Dikemukakan, upaya percepatan pembangunan kesejahteraan akan ditempuh melalui langkah dan cara untuk mendekatkan pelayanan publik yang sifatnya wajib dan merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Kedepan pusat pendidikan dan kesehatan akan dibangun secara khusus untuk masyarakat yang tnggal pada wilayah-wilayah dalam kategori kesulitan akses transportasi (terisolir) dan kondisi instabilitas keamanan (atau wilayah dengan ancaman dan gangguan keamanan yang tinggi),” ujarnya. (cad)