NABIRE – Siswa dan guru SMAN 3 Nabire menyampaikan keluhan terkait akses jalan menuju sekolah yang terputus akibat gempa bumi Magnitudo 6,6 SR beberapa waktu lalu. Jembatan utama yang menjadi penghubung menuju sekolah rusak berat, sehingga mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Kepala Sekolah SMAN 3 Nabire, Titis Sulistiowati, S.Pd., M.Si., mengatakan, meski sudah ada jalur alternatif, namun jalur tersebut cukup jauh sehingga berdampak pada kedisiplinan dan kehadiran siswa.

“Sekitar 70 persen siswa kita tinggal di wilayah kota, sehingga mereka harus menempuh perjalanan lebih jauh. Kehadiran dan kedisiplinan pun sedikit menurun,” jelasnya ketika ditemui di ruangannya pada Jum'at (3/10/2025) lalu.

Selain itu, jalan alternatif atau jalan pintas yang biasa dilalui siswa dinilai berbahaya, sehingga pihak sekolah melarang untuk melalui jalan tersebut. “Kami sangat berharap perhatian dari pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat agar segera memperbaiki jembatan tersebut, sehingga aktivitas bisa kembali normal," ujarnya.

Siswa kelas 12 SMAN 3 Nabire, Kristian menyampaikan agar jembatan ini diperbaiki dengan cepat, agar anak-anak sekolah yang melewatinya dengan baik. Kalau seperti ini agak susah untuk dirinya ke sekolah, terlebih lagi yang tinggal daerah Siriwini harus putar jauh. 

"Saya berharap agar jembatan ini segera diperbaiki dengan bagus, agar kami bisa melewatinya lagi," katanya.(edi)