Petrus Makai Minta Pemprov Papua dan Papua Barat Perhatian Serius Tim Covid-19
DOGIYAI – Dalam penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat perlu memperhatikan serius daerah-daerah perbatasan ya
DOGIYAI – Dalam penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat perlu memperhatikan serius daerah-daerah perbatasan yang sulit dijangkau dengan hubungan transportasi darat, laut, dan udara. Seperti Pos Covid-19 di Kampung Wigoumakida, Distrik Sukikai Selatan, Kabupaten Dogiyai, hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki yang memakan waktu hingga satu minggu.
Hal ini seperti disampaikan Ketua Kordinator Covid-19 Wigoumakida, Petrus Makai, SE lewat radio SSB, Sabtu (30/05/2020).
Dikatakan, Pos Wigoumakida sebagai wilayah perbatasan langsung Kabupaten Dogiyai Provinsi dengan Kabupaten Kaimana Provinsi Papua barat, daerah ini benar-benar sulit dan banyak kekurangan moril maupun materil. Dengan sulitnya hubungan transportasi sehingga pemerintah daerah antar kabupaten dan provinsi perlu kerja sama untuk disiapkan satu buah helikopter.
“Selama ini kami selalu ada di Pos Covid-19 Wigoumakida disini dari awal berangkat dari Dogiyai mulai pertama kami bangun rumah untuk tempat tangani pasien Covid-19, maupun tidur,” ujar Petrus Makai.
Kendala yang dialaminya, lanjut Petrus Makai, jangan sampai pihaknya dapat mendeteksi pasien Covid-19 berarti sulit untuk membahwa ke rumah sakit rujukan karena jarak Dogiyai ke Pos Kampung Wigoumakida bisa memakan waktu satu minggu.
Sementara untuk ke Nabire maupun Kaimana juga sulit. Sehingga sebelumnya bila perlu pemerintah kabupaten dan dua provinsi perlu siapkan helicopter. Untuk bisa mempermudah transportasi baik petugas Covid-19 maupun pasien yang nanti didapatkan.
“Selama bertugas di sini kami jalankan alat deteksi Covid-19 semua warga yang bertujuan menuju Dogiyai, Nabire dan Kaimana kami deteksi semua lebih dari 200 orang tetapi sementara semuanya hasilnya nagatif,” tuturnya. (Jhon Piyaiyepai Magai)
Bagikan artikel ini


