DOGIYAI – Lapangan Terbang (Lapter) berukuran panjang 370 meter, lebar 32 meter yang mulai dibangun 2006 - 2007 secara swadaya murni masyarakat   Distrik Mapia Barat, Rabu,11 Agustus 2015, pada pukul 11 siang pesawat berbadan kecil, pesawat  AMA milik PT. AMA Nabire, mendarat di Lapter yang terletak di Kampung Kitakebo Distrik Mapia Barat, Kabupaten Dogiyai. Pesawat Pilatus yang dipiloti, Mr. Sergefurter  asal belanda mendarat selama dua jam lebih, dengan tujuan melakukan tes leanding sekaligus melihat dari dekat kondisi Lapter yang dibangun masyarakat setempat dengan alat seadanya dan langsung  disambut baik oleh masyarakat setempat.Kedatangan pilot  AMA, Sergefurter, dengan didampingi bersama seorang mekanik AMA Leo dan Stefanus Petege sebagai anak negeri dan  setelah tiba Sergefurter langsung melihat kondisi lapangan dan melakukan  dialog tentang  kondisi Lapter tersebut dengan pewarta Katolik Esebius Mote, mewakili masyarakat setempat.  Ketika itu, masyarakat juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak AMA atas dilakukan uji coba pendaratan tersebut. Tes leanding pesawat Pilatus AMA yang dilakukan di Lapter baru di Mapia Barat dilakukan tanpa ada koordinasi atau ijin dari pemerintah Dogiyai melalui dinas perhubungan  atau dengan pihak terkait, tetapi  dilakukan hanya inisiatif sendiri pihak AMA, untuk tes leanding dan melihat kondisi lapangan terbang yang dibangun masyarakat setempat secara swadaya.   Pantauan ketika tes leanding pesawat Pilatus AMA itu, Stefanus Petege selaku pendamping pilot menjelaskan, Lapter yang dibangun secara swadaya masyarakat setempat di Mapia Barat cukup bangus, namun tampaknya masih belum selesai 100 persen, namun pesawat kecil bisa mendarat dengan baik dan lancar. Dan pilot juga sampaikan, beberapa badan lapangan masih ada yang perlu dikerjakan lagi  agar bisa lancar dan mantap. “Kami tiba di lapangan baik, hanya saja perlu perbaikan  di bagian-bagian pinggir badan lapangan  saja.” ujarnya. Dengan melihat kondisi lapangan terbang Stefanus mengharapkan, kepada Pemkab Dogiyai melalui dinas terkait,  untuk dapat mengalokasikan dana pembangunan Lapter tersebut. “Kami harap agar dalam tahun ini atau tahun depan, bisa dianggarkan dana pembangunan Lapter agar hubungan tranportasi udara di Distrik Mapia Barat lancar. Karena  di Mapia Barat, jalur udara satu-satunya jalan untuk ke daerah lain,”harapnya. Tambahnya, Kkami melihat sarana lapter ini merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat dibutuhkan, sehingga pemerintah dapat segera memberi perhatian serius dalam hal menyediakan dana pembangunan agar terjawab kebutuhan dan keluhan masyarakat  yang hingga kini masih membutuhkan uluran tangan,” jelasnya.  (henbob)