PANIAI – Perjuangan tim Persipani Paniai menuju Divisi Utama Liga Indonesia pada tahun 2015 mulai dilakoni dengan laga perdana babak 12 Besar Divisi I 2014 di Maguwoharjo International Stadion (MIS) Sleman, Yogyakarta, Sabtu (30/8) sore. Dalam pertandingan itu, Mecky Tebai Dkk menahan imbang tim tuan rumah, Persibas Banyumas dengan skor kaca mata, 0-0. Pelatih Kepala Persipani Paniai, Nias Mote dari Yogyakarta melaporkan, pertandingan kali ini berlangsung dalam tempo tinggi. Sejak kick off babak pertama, saling jual beli serangan terjadi. Tim lawan dari Provinsi JawaTengah ini lebih lebih mendominasi jalannya permainan.“Dari awal memang mereka serang habis-habisan, tetapi bersyukur karena lini pertahanan kami bagus,” kata Mote.Barisan belakang Persipani yang digalang Jimmy Komul, Rion Bunai, Andreas Kanubun, dan Yohanes Philipus Heatubun, tampil baik dengan mengawal setiap pergerakan pemain lawan. Dan, gawang Persipani yang dijaga Musa Adii aman.Bertubi-tubi gelandang serang dan striker Persipani membangun serangan ke jantung pertahanan Persibas, namun belum membuahkan hasil hingga turun minum.Di babak kedua, tensi permainan tidak menurun. Persipani melalui playmaker Norbertus Tebai dan Mecky Tebai mengatur irama permainan. Bola-bola diarahkan ke striker Agustinus Keiya dan Alberth Bunai, namun selalu kandas di barisan belakang Persibas.Serangan kemudian dibangun dari sayap kanan dan kiri Paniai melalui Sepri Douw dan Heru Gobai. Namun petaka menimpa Sepri Douw, karena wasit mengganjarnya kartu merah di menit 76. Persipani terpaksa bermain dengan 10 pemain hingga wasit Yasin meniup peluit pertanda babak kedua berakhir.Coach Nias Mote menilai tindakan pemukulan dari salah seorang pemainnya tak perlu dilakukan, walau Persibas bermain kasar hingga menyulut emosi. “Seharusnya teman-teman kontrol emosi dan bermain tenang. Kalau sampai begini, kita semua rugi karena satu pemain akan absen di laga berikut,” kesal Mote.Ia minta hal ini menjadi catatan penting bagi pemain lain untuk tidak diulangi lagi. “Ingat, kita masih main. Jaga emosi, main seperti biasa. Saya minta, jangan ada pemain lain lakukan tindakan keras di lapangan,” pintanya saat evaluasi hasil pertandingan pertama.Evaluasi secara umum juga dilakukan untuk kesiapan Persipani pada laga kedua grup U, Senin sore ini (1/9) di stadion sama menghadapi Perserang Serang.Sesuai jadual yang dirilis PT Liga Indonesia, pertandingan ketiga Persipani akan berhadapan dengan tim asal Bali, Perseden Denpasar, Rabu (3/9) lusa.Menurut Nias Mote, hingga kini Persipani masih buta kekuatan lawan mereka pada babak penyisihan ini. Dan, tentu bukan perkara mudah untuk meraih poin penuh, sebab tim lawan sudah pasti siap bertanding dan kemampuannya teruji di beberapa pertandingan sebelumnya.Namun ia yakin pemain-pemainnya sudah siap untuk bertanding. “Kami percaya bahwa teman-teman akan bermain di lapangan dengan baik. Seluruh perjuangan kami pasrahkan pada Tuhan,” tutur Mote.Persipani juga minta dukungan dari masyarakat Mee dan Papua umumnya. “Doa dari masyarakat Mee dan orang Papua merupakan spirit bagi kami bertanding di Yogyakarta,” ujarnya penuh yakin.Mantan pemain Persinab Nabire ini tak lupa mengajak mahasiswa-mahasiswi Papua yang sedang kuliah di Kota Gudeg untuk datang ke stadion memberikan dukungan kepada Persipani.Manajer Persipani Paniai, Daniel Day Yeimo juga mengungkapkan harapan sama sebagai bentuk dukungan moril bagi tim dari Kabupaten Paniai ini berlaga di babak penyisihan Divisi I.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Persipani lolos ke Babak 12 Besar wilayah Papua-Papua Barat setelah keluar sebagai juara satu pada babak kualifikasi di Stadion Bas Youwe Sentani pada Juni 2014 lalu. Persikos Kota Sorong ikut mendampinginya sebagai runner-up.Persikos pada babak 12 besar ini tergabung di Grup S bersama PS Pidie Jaya, Cilegon United FC, dan PS Badung Bali. Sedangkan d Grup T, Persatu Tuban, Persibas Batang, PSGL Gayo Lues, dan PSP Padang. (Ecu)