Redam Sentimen Negatif, DPD BMP Paniai Salurkan Sembako 'Door to Door'
Dewan Pimpinan Daerah Barisan Merah Putih (DPD BMP) Kabupaten Paniai menggelar sosialisasi, sekaligus membagikan paket Sembako kepada warga asal Paniai yang menetap di Nabire. Aksi sosial ini menyasar sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Papua Tengah, Selasa (11/8/2026).

NABIRE - Dewan Pimpinan Daerah Barisan Merah Putih (DPD BMP) Kabupaten Paniai menggelar sosialisasi, sekaligus membagikan paket Sembako kepada warga asal Paniai yang menetap di Nabire. Aksi sosial ini menyasar sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Papua Tengah, Selasa (11/8/2026).
Untuk menghindari gejolak dan penolakan, pengurus organisasi memilih metode senyap dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga secara door to door. Langkah ini sengaja diambil sebagai strategi meminimalisir resistensi dan membangun kepercayaan publik terhadap keberadaan DPD BMP Paniai.
“Bantuan ini sangat membantu kebutuhan dapur kami sehari-hari,” ujar salah satu warga penerima manfaat usai menerima paket berisi beras, gula, kopi, minyak goreng, teh, mi instan dan susu kental manis.
#Fokus di Nabire karena Hambatan Sosial
Pengurus DPD BMP Paniai mengakui bahwa pelaksanaan program kerja saat ini lebih memungkinkan dilakukan di luar wilayah Paniai. Masyarakat asal Paniai yang berada di Ibu Kota Provinsi Papua Tengah ini dinilai lebih terbuka dan dapat memahami visi organisasi.
Sebaliknya, kondisi sosial di Kabupaten Paniai sendiri masih belum kondusif bagi organisasi ini. Sentimen negatif yang cukup kuat dari sebagian kelompok di daerah asal membuat pengurus memutuskan untuk mengalihkan fokus kegiatan ke Kabupaten Nabire untuk sementara waktu.
#Tantangan Krisis Kepercayaan
Meski aksi sosial ini mendapat respons positif dari penerima bantuan, DPD BMP Paniai belum sepenuhnya lepas dari bayang-bayang krisis kepercayaan. Di daerah asalnya sendiri, organisasi ini masih menghadapi tantangan ideologis yang berat.
Sejumlah kelompok di Paniai dilaporkan masih menyebarkan narasi negatif. Mereka menuding para pengurus organisasi sebagai penghianat masyarakat hingga tuduhan sebagai mata-mata.
Pola pendekatan langsung ke rumah warga di Nabire ini menjadi bukti upaya DPD BMP Paniai untuk mempertahankan eksistensi kelembagaan. Namun, selama narasi negatif di daerah asal belum diredam, perluasan program kerja organisasi ke wilayah Kabupaten Paniai diprediksi akan terus menemui jalan buntu. (ist/red)
Bagikan artikel ini



