Persidogi Diminta Tanggungjawab Kepada Masyarakat Dogiyai
NABIRE – Persatuan Sepakbola Dogiyai (Persidogi) diminta mempertanggungjawabkan alasan ketidakikutsertaan dalam kompetisi lanjutan, k
Bagikan
NABIRE – Persatuan Sepakbola Dogiyai (Persidogi) diminta mempertanggungjawabkan alasan ketidakikutsertaan dalam kompetisi lanjutan, ke Makassar kepada pemerintah daerah dan masyarakat di Kabupaten Dogiyai. Karena, pemerintah daerah sudah menyediakan dana bagi Persidogi untuk mengikuti kompetisi sepabola Liga 3 hingga ke Makassar. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai, Yusak Ernest Tebay kepada media ini, akhir pecan lalu di Nabire mengatakan dewan meminta kepada manager, official dan pengurus Persidogi agar mempertanggungjawabkan alasan tidak ikut sertanya Persidogi ke Makassar. Karena, pemerintah daerah dan DPRD setempat telah menetapkan dana bagi Persidogi untuk mengikuti turnamen Liga 3 di Jayapura dan lanjutannya ke Makassar. Tetapi, ketidakikutsertaan Persidogi ke Makassar telah mengecewakan dan memalukan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Dogiyai. Legislator dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengungkapkan manager, official dan pengurus Persidogi karena masih ada utang dari masyarakat Dogiyai dan hutang hotel di Jayapura sehingga beberapa pemain menjadi jaminan hotel di Jayapura. “Persoalan ini sangat memalukan,” tuturnya. Sebab, kata Yusak, pemerintah sudah menganggarkan dana untuk Persidogi mengikuti kompetisi Liga 3 Gojek di Jayapura dan menambahkan dana lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun anggaran 2017 untuk mengikuti Liga 3 Gojek di Makassar. Tetapi, official, manager dan pengurus Persidogi dengan menaruh utang di Dogiyai dan Jayapura lalu tidak mengikuti kompetisi lanjutan di Makassar ini sangat memalukan. Oleh karena itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Dogiyai ini mengatakan, secepatnya, pemerintah melalui dewan akan meminta pertanggungjawaban dari Persidogi atas utang-utang kepada masyarakat Dogiyai, tunggakan hutang dari Hotel di Jayapura dan ketidakikutsertaannya Persidogi di Makassar. (ans)
Bagikan artikel ini



