Persediaan Telur di Nabire Kurang
NABIRE – Persediaan telur di pasaran dalam kota Nabire terutama di kios pengecer selama beberapa waktu terakhir ini kurang, bahkan beberapa kios yang menyediakan telur selama ini terlihat kosong. Beberapa pengecer telur yang sering menjajak telur di kios mengaku beberapa waktu terakhir ini persediaannya menipis, bakan tidak ada.

NABIRE – Persediaan telur di pasaran dalam kota Nabire terutama di kios pengecer selama beberapa waktu terakhir ini kurang, bahkan beberapa kios yang menyediakan telur selama ini terlihat kosong. Beberapa pengecer telur yang sering menjajak telur di kios mengaku beberapa waktu terakhir ini persediaannya menipis, bakan tidak ada.
Pekan lalu misalnya, salah satu pedagang di kawasan pemukiman Transmigrasi dan satu pedagang di Karang Tumaritis mengakui mulai kosongnya persediaan telur di Nabire. Akibat kekurangan persediaan, harga telur per rak juga merangkak naik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nabire, Melkias Yeimo di sela-sela Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Ketahanan Pangan, Sabtu (12/8) mengatakan persediaan telur selama beberapa waktu terakhir di pasaran dalam Nabire kurang.
Yeimo juga mengakui ada keluhan dari pedagang telur di daerah ini. Karena persediaan telur selama ini berkurang. Menurut pedagang, distributor telur yang selama ini memasok telur tidak lancar.
Plt Kepala Dinas Peternakan Yeimo, mengatakan distibutor telur di daerah mulai merem memasok telur dari luar karena harga telur di tempat produksi di luar Papua yang selama ini mensuplai telur ke Nabire, harga telur naik dari harga sebelumnya.
Yeimo menambahkan, distributor telur mau memasok telur dengan harga yang mahal di Nabire juga bersaing dengan harga telur produk lokal Nabire. Sementara masyarakat sendiri lebih suka memilih telur produk lokal, Nabire.
Ketika adanya kekuatiran persaingan telur dari luar Nabire dengan telur produksi Nabire, salah satu faktor produksi telur lokal juga berkurang. Karena, sebagian ayam petelur milik petani peternak ayam di daerah ini sudah masuk tahap afkir, tidak produksi telur. Akibat banyak ayam petelur dari Nabire afkir, produksi telur lokal Nabire juga berkurang.
Yeimo menyebut peternak ayam petelur di Nabire sebanyak 6 peternak ayam petelur. Tetapi dari jumlah tersebut, sebagian tenak ayam sudah status afkir sehingga tidak memproduksi telur lagi.
Oleh sebab itu, untuk mengatasi kekurangan produksi telur dari petani peternak ayam di daerah, Yeimo meminta peternak ayam melalui asosiasi yang ada agar dapat mmembentuk kelompk untuk mengatur terfal waktu pemasokan bibit ayam petelur antar kelompok peternak sehingga tidak semua peternak memasok bibit ayam petelur dalam waktu bersamaan sehingga meminimalisir kekurangan telur di daerah ini. Dengan pembagian kelompok, ketika ayam dari satu kelompok mulai afkir, kelompok lain mengisi kekosongan tersebut dengan produksi telur sehingga persediaan telur di daerah ini tetap tersedia untuk menjawab kebutuhan telur di daerah ini.
Yeimo mengungkap salah satu tantangan yang dihadapi peternak yakni pakan ternak. Karena, harga pakan ternak di daerah ini cukup mahal sehingga mempengaruhi minat petani untuk beternak termasuk ayam petelur. (ans)
Bagikan artikel ini



