NABIRE - Aksi yang dilakukan oleh Pencari Kerja (Pencaker) kode R, di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah (PPT), Senin (3/02/2025) kemarin, terlihat sekitar 50 orang yang melakukan aksi tersebut. Dalam penyampaian aspirasi juga terlihat Ketua Sementara DPR Papua Tengah, Maximus Takimai beserta anggota DPRP lainnya.

Koordinator Pencaker Kode R, CPNS Provinsi Papua Tengah, Philipus Yeimo, merasa bangga bahwa yang mereka (DPRP) sedang bahas ini, terlebih lagi ini agenda nasional tes penerimaan ini, bisa ditunda karena hasil aspirasi dari kode R.

“Mengapa negara bisa hargai kami kode R, karena lembaga tertinggi di sini bisa menjawab aspirasi kami. Aspirasi sebagian besar sudah disampaikan dan terdapat 2 poin yang ingin kami disampaikan,” ujarnya.

Dirinya berpesan, di atas tanah Papua khusus Provinsi Papua Tengah, ini disebut sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), berarti di situ masih terdapat kekurangan, yang jadi PNS CPNS di tingkat provinsi itu yang sangat tidak ada dan sangat kurang.

“Perjuangan DPR Provinsi Papua Tengah, mohon memperjuangkan hal ini apabila Pemerintah Provinsi Papua Tengah, soal kuota di sana sesuai dengan kebutuhan itu sangat-sangat tipu,” ucapnya.

Dirinya berharap, yang mendapat kode R ini diperjuangkan untuk mengikuti tahapan berikutnya. Ia juga meminta untuk diteruskan, berarti ini satu roh yang sedang kerja di atas tanah Papua Tengah.

Dari kode R Pencaker, memohon kepada lembaga ataupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah, jangan izinkan pegawai yang dari luar dan apabila Pemprov Papua terima ataupun yang dari induk pindah ke Provinsi Papua Tengah, maka akan semakin banyak pengangguran dari tahun ke tahun dan Pencaker di Papua Tengah mau kerja apa.

“Kami sudah kasih suara untuk bapak-bapak sudah duduk di atas tanah ini, jadi kami sudah berikan suara dan melihat perjuangan bapak-bapak sekarang,” pungkasnya.(edi)