NABIRE - Sejumlah pengusaha asli Papua yang tinggal di Nabire dengan akta perusahaan mereka mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU), Senin (29/07/24) kemarin.


Selain mendatangi Kantor PU, mereka juga melakukan pemalangan kantor dinas tersebut dengan alasan, pengusaha asli Papua tidak bisa mengikuti proses pelelangan untuk mendapatkan pekerjaan yang dikerjakan pengusaha lain.


Hal ini seperti dikatakan salah satu pengusaha asli Papua, Agus Auparai saat ditemui media ini. "Saya dan teman-teman rasa kecewa dengan semua yang terjadi, makanya hari ini kami harus datang palang kantor lagi untuk kedua kalinya," ujarnya.


Lanjutnya, anak-anak Papua juga punya akta perusahaan, mengapa sampai tidak dapat pekerjaan dan mereka (pengusaha non Papua) saja yang dapat.


"Kami ada ini Orang Asli Papua (OAP) yang datang juga punya akta perusahaan yang bisa mengikuti lelang, ini ada apa sampai kami tidak bisa," kata Agus seraya bertanya kepada pihak dinas PU Papua Tengah.


Pantauan Papuapos Nabire di lapangan, pemalangan yang dilakukan para pengusaha asli Papua itu berlangsung aman dan damai. Selanjutnya dikawal langsung oleh pihak kepolisian dari Polres Nabire dan mendapatkan jawaban dari Kepala Dinas PU, namun  Kepala Dinas PU Papua Tengah, lagi berada di luar kota dan informasi dari Kepala Dinas PU, bahwa hari Rabu dirinya akan bertemu dengan pengusaha OAP tersebut.(rob)