NABIRE - Kegiatan Pengajian Umum pada Taman Pendidikan Al Qur'an (TPQ), dan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada masyarakat Girimulyo. TPQ Nurul Qur'an sendiri sebagai penyelenggara pengajian umum dan santunan anak yatim dan menyambut tahun baru IsIam 1446 Hijriyah.


"Dalam momen yang berharga ini, mari kita renungkan berapa beruntungnya, kita memiliki keluarga yang peduli, teman yang menyanyangi dan kesempatan untuk berbagai kebahagiaan. Namun jangan lupa tanggung jawab kita untuk saling membantu dan mendukung sesama terutama mereka yang tak seberuntung kita," kata Basir selaku ketua panitia santunan anak yatim yang dilaksanakan di Jalan Topo, Girimulyo, Minggu (4/08/2024).


Basir mengatakan, santunan ini bukan hanya sekedar memberi, namun juga mengajarkan untuk menghargai setiap karunia kehidupan. Yang Allah berikan ke semua umat manusia. "Kami akan melaporkan jumlah total dana santunan yang masuk ke panitia," ucapnya, yakni jumlah dana santunan yang masuk sebanyak Rp.82.116.000 juta.


Kemudian sebanyak 45 anak yatim menerima santunan berupa uang. Dari ke45 anak yatim tersebut, 20 anak yatim yang ada di lokasi atau diatas panggung. Sebagian 25 anak yatim akan dibagikan setelah acara selesai lewat panitia melalui pintu ke pintu.


Menurutnya, dana yang dibagikan sebagai sedekah untuk anak yatim tersebut, merupakan hasil penggalangan dari seluruh unsur masyarakat Girimulyo serta dari donatur-donatur yang telah menyumbangkan.


KH. Rohimin Abdurrohman dalam Tausiyahnya kepada masyarakat Girimulyo yang hadir dalam pengajian umum dan santunan anak yatim itu menjelaskan tentang apa itu taman surga adalah majelis-majelis ilmu, yakni tempat pengajian.


"Mudah-mudahan kegiatan santunan ini, benar-benar membawa hikmah serta mendapat ridho Allah SWT," harapnya.


KH Rohimin menyampaikan lagi, apa kuncinya masuk surga, yakni yang pertama jangan tinggalkan sholat lima waktu, kedua cintai Rasulullah dengan cara perbanyak sholawat dan yang ketiga menghadiri pengajian.


Lanjutnya, yang keempat adalah mencintai anak yatim atau menyantuni anak yatim dengan mengusap kepalanya anak yatim. Setiap rambut yang terkena telapak tangan, Allah mencatat satu kebaikan dan allah lebur dosanya.


Di kesempatan itu, sda doorprize yang diberikan kepada anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh KH. Rohimin, lima anak yang mendapat hadiah uang, masing-masing per anak mendapat uang sebesar Rp200 ribu.


Kegiatan santunan anak yatim dihadiri oleh pengasuh pesantren Nurul Yaqien, Kerukunan Demak, Sesepuh Demak, Mbah Zulman, Ketua II Majelis Ulama Indonesia, H. Imam Mulyadi, Dewan Pertimbangan MUI, Katib Syuriah NU Nabire, pengurus NU Ketua I, Babinsa Kelurahan Girimulyo dan Kamtibmas.(sam)