Kemarau Panjang, Bupati Nabire Percepat Sumur Bor
Sedikitnya lima lokasi menjadi sasaran survei, yakni Waroki, Gerbang Sadu, SP3 Kampung Wadio, SP1 dan SP2.

NABIRE – Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Nabire mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si., mendorong percepatan pembangunan sumur bor di wilayah yang paling terdampak kekeringan.
Langkah tersebut mulai direalisasikan dengan survei titik sumber air di Distrik Nabire Barat, Sabtu (29/8/2026). Survei dilakukan untuk memastikan lokasi yang memiliki potensi sumber air sebelum proses pengeboran dilaksanakan.
Atas arahan Dandim Nabire, survei dipimpin langsung Danramil, Kapten Inf La Sabara, bersama tim. Mereka menyisir sejumlah lokasi dengan menggunakan teknologi geolistrik untuk mendeteksi potensi kandungan air di bawah permukaan tanah.
“Hari ini kami melaksanakan survei titik sumber air di wilayah Nabire Barat. Ini merupakan tahapan awal untuk mengecek dan menentukan titik sumber air yang nantinya dapat dimanfaatkan dan diakses oleh masyarakat,” ujar Kapten Inf La Sabara.
Sedikitnya lima lokasi menjadi sasaran survei, yakni Waroki, Gerbang Sadu, SP3 Kampung Wadio, SP1 dan SP2.
Penentuan titik tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta masukan dari pemerintah distrik dan kepala kampung. Hasil pemetaan menggunakan alat geolistrik selanjutnya akan menjadi dasar dalam menentukan titik pengeboran sumur.
Kapten La Sabara menjelaskan, titik yang dipilih nantinya diharapkan memiliki potensi sumber air maksimal dan berada pada lokasi yang mudah dijangkau masyarakat.
“Dari hasil survei ini nanti kita tentukan titik mana yang paling memungkinkan untuk dilakukan penggalian sumur bor,” jelasnya.
Sesuai rencana, pengeboran sumur akan mulai dilaksanakan pada Senin oleh Yonif TP 804/DBAY. Pekerjaan tersebut menjadi tindak lanjut dari survei yang dilakukan untuk memastikan pengeboran tepat sasaran.
Percepatan pembangunan sumur bor menjadi penting mengingat kemarau panjang telah membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan guna mendapatkan pasokan air.
Bupati Nabire Mesak Magai menekankan agar persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Penanganan air bersih, menurutnya, harus dilakukan secara cepat dan tepat, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan tingkat kekeringan cukup parah.
Upaya tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor. Pemkab Nabire bersama Kodim Nabire, jajaran Koramil, pemerintah distrik, pemerintah kampung dan masyarakat bergerak bersama mencari solusi atas persoalan keterbatasan sumber air.
Survei di Nabire Barat diharapkan menjadi langkah awal yang dapat diterapkan di wilayah lain yang menghadapi persoalan serupa.
Dengan memadukan pemetaan teknologi geolistrik dan pengeboran sumur, pemerintah daerah bersama TNI berupaya menghadirkan sumber air bersih secara lebih cepat di tengah ancaman kemarau panjang.
Tak hanya menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat saat ini, pembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan air di wilayah-wilayah Nabire yang selama ini rentan mengalami kekeringan. (Humas Kodim)
Bagikan artikel ini



