NABIRE – Penantian panjang keluarga lima warga yang sempat hilang kontak saat menyeberangi laut dari Serui menuju Waropen akhirnya berbuah kelegaan. Setelah hampir sepekan bertahan di tengah laut, kelimanya ditemukan dalam kondisi selamat di sekitar perairan Kampung Mambor, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (29/8/2026).

Kelima warga tersebut ditemukan oleh kapal penumpang KM Masirei yang tengah melintas di kawasan perairan Mambor. Sebelumnya, mereka dilaporkan mengalami kesulitan menentukan arah setelah speedboat yang ditumpangi terjebak kabut tebal dengan jarak pandang terbatas, ditambah kondisi laut yang bergelombang.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR, membenarkan penemuan kelima warga tersebut.

“Puji Tuhan, alhamdulillah, saudara-saudara kita yang sempat hilang berhasil ditemukan oleh kapal KM Masirei di sekitar perairan Kampung Mambor,” ujar Kapolres Nabire.

Setelah ditemukan, kelima warga langsung dievakuasi menuju Pelabuhan Samabusa, Nabire. Mereka kemudian dibawa ke Mapolres Nabire untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sekaligus memberikan keterangan awal terkait pengalaman mereka selama bertahan di laut.

Mesin Dimatikan, Bertahan di Tengah Laut

Salah satu korban, Amsal Yowei, mengungkapkan perjalanan menggunakan speedboat dari Serui menuju Waropen dimulai pada 23 Agustus 2026.

Namun, perjalanan yang semula berjalan normal berubah menjadi situasi mencekam ketika cuaca memburuk. Kabut tebal dan asap membuat jarak pandang sangat terbatas, sementara gelombang laut semakin tinggi.

Para penumpang sebenarnya telah membawa cadangan bahan bakar sekitar 60 liter. Namun setelah sekitar 30 liter digunakan, mereka belum juga berhasil menemukan arah menuju tujuan.

Khawatir bahan bakar habis dan tidak dapat melanjutkan perjalanan, mesin speedboat akhirnya dimatikan. Mereka memilih bertahan di atas speedboat sambil menunggu cuaca membaik dan kabut berangsur-angsur menghilang.

Hari demi hari berlalu hingga akhirnya harapan datang dari arah yang tidak mereka sangka.

Pada Sabtu pagi, para korban melihat sebuah kapal melintas tidak jauh dari posisi mereka. Mereka kemudian berusaha menarik perhatian awak kapal untuk meminta pertolongan.

Upaya tersebut berhasil. Keberadaan mereka diketahui dan proses evakuasi segera dilakukan.

Ditemukan Sehat

Setibanya di Nabire, kondisi kelima warga dipastikan sehat dan tidak mengalami cedera serius.

Polres Nabire kemudian menyediakan tempat beristirahat, makanan dan kebutuhan logistik bagi para korban selama berada di Nabire. Kepolisian juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan proses pemulangan mereka berjalan aman.

Kelima warga tersebut direncanakan kembali menuju Serui dan Waropen menggunakan KM Gunung Dempo.

Sementara itu, polisi bersama KP3 Laut masih berkoordinasi untuk proses pengangkutan speedboat milik para korban yang hingga kini masih berada di sekitar lokasi mereka ditemukan.

Keluarga Ucapkan Terima Kasih

Perwakilan keluarga korban, Peneas Wandagau, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian dan penyelamatan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres Nabire, tim Basarnas, KP3 Laut, serta seluruh masyarakat di Papua, Papua Tengah, dan Papua Barat yang telah mendukung doa serta upaya pencarian ini hingga anggota keluarga kami ditemukan selamat,” ungkap Peneas.

Ditemukannya kelima warga tersebut sekaligus mengakhiri kecemasan keluarga yang selama hampir sepekan menunggu kepastian mengenai keberadaan mereka.

Proses pencarian dan penyelamatan melibatkan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, Basarnas, KP3 Laut hingga dukungan masyarakat yang membantu memberikan informasi mengenai keberadaan para korban.

Setelah berhari-hari menghadapi laut bergelombang, kabut tebal dan keterbatasan bahan bakar, kisah lima warga tersebut akhirnya berakhir dengan kabar yang paling dinantikan keluarga: mereka ditemukan hidup dan selamat. (Luk)