NABIRE - Pendidikan iman anak-anak lemah karena para imam, petugas gereja pemerintah dan orang tua kejar kegiatan fisik yang bisa kelihatan. Tujuannya banyak orang dipuji, akibatnya apa yang selama ini kita terima, alami dan hadapi banyak anak-anak yang tidak tahu berdoa, baca dan tulis apalagi baca Alkitab yang benar dan baik.

Demikian disampaikan Pastor Paroki Santo Yosep Nabire Barat, Pastor Injonito Gerry Da Krus Sch.P, Jumat (26/5/22) disela-sela kegiatan Tungku Api Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Yosep Nabar, di Gereja Katolik Santo Petrus SPC Kampung Bumi Mulia, Nabire.

Kegiatan Tungku Api OMK Paroki Santo Yosep Nabar ini diawali doa Rosario bersama.S eusai doa Rosario misa Ekaristi dipimpin Pastor Gerry.

Pastor Gerry dalam khotbahnya mengatakan, Yesus tidak butuh bangunan fisik yang megah, kokoh dan gagah. Tetapi Yesus butuh manusia iman, moral yang baik dan berkualitas.

“Kata Yesus, jangan menghalang-halangi anak-anak sebab merekalah yang mempunyai Kerajaan Allah. Demikian pun orang-orang besar juga mencari Aku sama seperti anak kecil dialah yang mempunyai kerajaan surga kata Yesus itu kita para imam, petugas gereja, pemerintah dan orang tua tidak paham baik,” katanya.

Akibatnya apa yang diterima hadapi dunia saat ini khususnya Paroki Santo Yosep Nabire Barat puluhan tahun anak-anak maupun orang dewasa tidak tahu berdoa, tidak tahu baca Alkitab, tidak dibaptis, tidak menyambut Sakramen pertama atau komuni, tidak nikah gereja. Dan ini menjadi tantangan berat bagi imam dan petugas gereja.

Hari Minggu atau hari-hari raya besar datang pimpin misa ekaristi atau ibadah Sabda digereja saja itu semua orang bisa tapi kita para imam dan petugas gereja belum melihat akar persoalan yang dihadapi dan alami oleh umat di Paroki kita ini.

Sehingga kita para imam dan petugas gereja tidak punya kesabaran, kerendahan hati yang melayani kepada umat. Tetapi melayani umat Tuhan apa adanya saja yang penting misa ekaristi atau ibadah sabda melayani itu cukup kita biasa berpikir itu  karena mental moral kita lemah.

Selanjutnya, misa ekaristi seusai OMK akan dilanjutkan dengan mengisir kegiatan seperti cerdas cermat, bawakan lagu-lagu antar kring atau kelompok, sharing pengalaman hidup, anak-anak muda maupun orang tua dan berakhirlah foto bersama. (modes)