NABIRE - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat komitmen bersama dalam pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI) melalui penandatanganan kerja sama dengan delapan kabupaten se-Papua Tengah.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Gubernur Papua Tengah. Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan Sosialisasi dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) PAUD HI Provinsi Papua Tengah, Rabu (26/8/2026).

Kerja sama antara Pemprov Papua Tengah dan delapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ini menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat sinergi dalam pemenuhan kebutuhan anak usia dini secara terpadu, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan hingga kesejahteraan anak.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Meki Nawipa melalui sambutan yang dibacakan oleh Asisten III Setda Provinsi Papua Tengah, menegaskan pendidikan anak usia dini merupakan fondasi paling mendasar dalam pembangunan sumber daya manusia.

Menurut gubernur, masa usia dini merupakan periode emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak sekaligus kualitas generasi Papua Tengah di masa depan.

Pelaksanaan PAUD HI, sebagaimana amanat Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif, membutuhkan komitmen dan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, Pemprov dan Pemkab perlu membangun langkah bersama agar pelayanan terhadap anak dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Masalah anak bukan hanya urusan dinas pendidikan. Ini merupakan tanggung jawab bersama dinas kesehatan, dinas sosial, perangkat daerah yang menangani pemberdayaan masyarakat, perlindungan perempuan dan anak, Bapperinda, pemerintah kabupaten serta seluruh mitra terkait,” demikian disampaikan dalam sambutan gubernur.

Penandatanganan kerja sama dengan delapan kabupaten tersebut diharapkan menjadi bentuk nyata dari komitmen lintas pemerintahan untuk memastikan program PAUD HI dapat diterapkan hingga ke daerah dan menjangkau anak-anak di seluruh wilayah Papua Tengah.

Gubernur Papua Tengah juga menekankan agar penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) PAUD HI tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus menjadi pedoman yang benar-benar dapat dilaksanakan.

RAD PAUD HI, kata gubernur, harus terintegrasi ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, baik di tingkat provinsi maupun di delapan kabupaten.

Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan program PAUD HI memiliki arah yang jelas, kesinambungan program serta dukungan anggaran yang memadai.

Papua Tengah sendiri masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak. Keterbatasan akses di sejumlah wilayah, kondisi geografis yang sulit, belum meratanya layanan dasar serta perlunya penguatan sinergi kelembagaan menjadi perhatian bersama pemerintah.

Karena itu, kerja sama antara pemerintah provinsi dan delapan kabupaten diharapkan mampu memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat pemerataan layanan PAUD HI di seluruh Papua Tengah.

Dalam sambutannya, gubernur juga memberikan apresiasi kepada Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah beserta Pokja Bunda PAUD yang dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan perhatian terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anak usia dini.

Peran Bunda PAUD di tingkat provinsi dan kabupaten diharapkan terus diperkuat sebagai penggerak kolaborasi antara pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, masyarakat dan seluruh mitra pembangunan.

Melalui sosialisasi, penyusunan RAD serta penandatanganan kerja sama tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki persepsi dan langkah yang sama dalam membangun sistem PAUD HI yang terpadu.

Komitmen bersama itu diarahkan untuk memastikan setiap anak Papua Tengah memperoleh pelayanan terbaik sejak usia dini serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria, terlindungi dan berkualitas. (luk)