NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai melalui Dinas Pendidikan hanya sebagian data calon penerima jaminan hidup (Jadup) yang diserahkan kepada PT Pos Indonesia, Kantor Nabire sebagai pihak ketiga yang menyalurkan Jadup kepada pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai. Data itupun, baru diserahkan pada Kamis (4/6) siang. 

Dinas Pendidikan Kabupaten Dogiyai dinilai lamban mengurus pelajar mahasiswa asal Dogiyai di berbagai kota studi. Karena, dua pekan sejak penandatangan MoU antar Pemkab Dogiyai dan PT Pos Indonesia yang diwakili Kepala Kantor Pos Nabire, tetapi baru menyerahkan, bahkan karena dijemput oleh staf pos ke Dinas Pendidikan, pada akhir pekan kedua. 

Kepala Kantor Pos Nabire, Dedi Siahaan saat dikonfirmasi soal penyaluran Jadup kepada pelajar-mahasiswa Dogiyai di ruang kerjanya, Kamis (4/6) mengatakan, data calon penerima Jadup baru diserahkan, itupun baru sebagian. Data ini juga diberikan karena staf Kantor Pos di Moanemani jemput ke Dinas Pendidikan yang mengelola dana pendidikan, termasuk jaminan hidup (Jadup) pelajar mahasiswa selama pandemi corona virus disease (Covid-19).

“Staf saya di Moenemani baru telepon, datanya baru diserahkan setelah jemput ke pemerintah. Siang ini, (sekitar pukul 13.00 WIT) baru kami dapat, tetapi hanya sebagian. Anda dengar sendiri, saya minta staf saya di Moanemani supaya terus melakukan koordinasi dan memberi pemahaman kepada staf Dinas Pendidikan dan pemerintah dalam menangani penyaluran bantuan kepada pelajar mahasiswa,” urai Dedi soal lambannya Dinas Pendidikan Kabupaten Dogiyai menyampaikan data calon penerima Jadup kepada PT Pos Indonesia sebagai pihak ketiga yang dipercayakan untuk menyalurkan jadup kepada pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai yang tersebar di beberapa kota studi se Nusantara.

Dedi mengaku, selama dua pekan ini, terus melakukan koordinasi untuk menanyakan data pelajar dan mahasiswa penerima Jadup kepada Pemkab Dogiyai, tetapi tidak pernah memberikan data calon penerima Jadup. Data baru diberikan, itupun hanya sebagian setelah staf Kantor Pos di Moanemani menanyakan langsung ke Dinas Pendidikan Dogiyai. Kepala Kantor Pos menjelaskan, setelah menerima data calon penerima Jadup, Kantor Pos akan memvalidasi data pelajar dan mahasiswa sebagai calon penerima Jadup dari Pemkab Dogiyai, termasuk menanyakan ada tidaknya rekening di bank kepada pelajar-mahasiswa. Bagi pelajar-mahasiswa yang tidak memiliki rekening di bank, Kantor Pos akan membantu untuk cek pos di kantor untuk pelajar-mahasiswa yang bersangkutan.

Dedi menjelaskan, dengan diserahkan data penerima Jadup, tidak langsung membayar Jadup tetapi setelah Kantor Pos memvalidasi data, hasil validasi akan diserahkan kembali kepada Pemkab Dogiyai untuk ditetapkan sebagai penerima Jadup. Kantor Pos akan membayar kepada pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai berdasarkan penetapan Pemkab Dogiyai.(ans)