Pemerintah Gandeng PT POS dan Perum Damri
JAYAPURA - Pemerintah akan menggandeng PT Pos Indonesia dan Perum Damri untuk mendistribusikan barang hingga ke pelosok-pelosok Papua.
Bagikan
JAYAPURA - Pemerintah akan menggandeng PT Pos Indonesia dan Perum Damri untuk mendistribusikan barang hingga ke pelosok-pelosok Papua. Kerjasama yang telah diteken dua belah pihak ini akan per 1 April 2018 nanti. Disaksikan Kementrian terkait. Staf Khusus Presiden, Lennis Kagoya menuturkan kerjasama dengan PT Pos Indonesia serta Perum Damri didasari kendala-kendala yang terjadi di lapangan saat disuplainya barang ke sejumlah wilayah di Papua. Kerjasama ini juga merupakan kesepakatan bersama Pemerintah Papua, PT Pos Indonesia, Perum Damri dan Staf Khusus Presiden, pasca pembahasan mengenai program Tol Laut di Papua. "Dari hasil survei kami selama dua minggu di wilayah Pegunungan Papua, program satu harga ini tidak berjalan sesuai yang kita harapkan. Misalnya BBM yang sudah disetarakan Rp. 6.500 per liter, tapi kenyataannya dilapangan harga melambung sampai Rp. 100.000 per liter, artinya apa? Ada permainan disini. Nah, masalah ini kemudian sudah saya laporkan ke Kementrian terkait di Jakarta dan saat itu saya tawarkan dua solusi ke Kementrian, agar program Tol Laut ini bisa berjalan dengan baik, maka harus dibentuk BUMD supaya harga barang bisa sama dengan Daerah lainnya di Indonesia. Tetapi karena pembentukan BUMD ini butuh waktu dan proses. Makanya dari hasil koordinasi dengan Pemerintah Papua tadi, kita percayakan bagi PT Pos dan Perum Damri, dimana distribusi barang nanti kita percayakan kepada PT Pos dan Perum Damri," ujar Lennis, Selasa (20/3/2018). Lennis memastikan, kerjasama yang dibangun bersama PT Pos Indonesia dan Perum Damri ini, akan membawa dampak positif bagi warga di Papua. Masyarakat akan memperoleh suatu barang dengan harga subsidi. Untuk mendukung program Tol Laut berlangsung dengan baik, Pemerintah Indonesia akan mendatangkan Kapal ro-ro dari Jepang pada 1 April nanti. Kapal ini nantinya akan di lounching di Surabaya oleh Menteri Perhubungan. Kapal tersebut diperuntukan untuk menyuplai barang dari pulau Jawa ke Papua melalui pelabuhan laut Jayapura. "Nah, dari pelabuhan Jayapura nanti akan langsung didistribusikan ke Kabupaten-kabupaten lainnya atas bantuan PT Pos dan Perum Damri," terang nya. "Apalagi ini sudah mau menjelang Lebaran da Natal, maka kita akan upayakan kerjasama ini segera dilaksanakan," lanjut Lennis. Dia menambahkan, pendistribusian barang ke wilayah Pegunungan Papua, akan dikoordinasikan dengan pihak TNI maupun Polri untuk mengerahkan armada mereka (Helikopter) guna membantu proses distribusi barang ke wilayah pedalaman Papua. "Tapi ini nanti kita bicarakan lagi dulu dengan pihak TNI dan Polri," imbuhnya. Sementara itu, Kristian Simupendi, Manager Operasi Logistik PT Pos Indonesia wilayah Papua mengaku optimis kerjasama ini akan berjalan dengan baik. Saat ini kata Kristian, PT Pos teah membangun beberapa gudang penyimpanan barang di beberapa Kabupaten di Papua. "Kita juga membangun transhipment dari destinasi Kabupaten induk. Beberapa SDM kita juga sudah dilatik untuk program ini, dan merekalah yang akan kita tempatkan di transhipment tersebut," ujarnya. Ia menjelaskan, skema pendistribusian yang dirancang PT Pos Indonesia yaitu, distribusi dari Provinsi ke Kabupaten Induk, selanjutnya dari Kabupaten Induk akan disuplai hingga ke Distrik-distrik melalui petugas-petugas PT Pos di Kabupaten-kabupaten. "Distribusi ini akan kita awasi hingga ke tangan masyarakat yang berhak mendapatkan barang subsidi ini. Kita juga bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten untuk mengontrol program ini secara bersama-sama. Sehingga harga barang yang murah bisa dirasakan oleh masyarakat kita yang ada di Kampung-kampung khususnya di wilayah pedalaman Papua," kata Kristian. (Bams)
Bagikan artikel ini



