NABIRE - Jelang perayaan HUT ke–62 Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua tahun 2024, sebanyak 31 Jemaat Gereja Kingmi di tanah Papua Klasis Nabire menggelar Bakti Sosial.


Bakti sosial yang dilakukan itu, yakni pembersihan di 3 lokasi, di Pasar Karang Tumaritis, Pasar Sentral Kalibobo dan Pasar Oyehe, pada Senin (25/3/24) pukul 08.00 hingga pukul 12.00 WIT.


Sekretaris Panitia HUT ke–62 Gereja Kingmi Papua, Klasis Nabire, Sem Tebay, S.Sos ketika bertandang ke Kantor Redaksi Papuapos Nabire, Selasa (26/03/24) mengatakan, jelang puncak perayaan HUT ke-62 Gereja Kemah Injil di tanah Papua tahun 2024 Klasis Nabire, panitia melakukan kegiatan bakti sosial berupa pembersihan di sejumlah lokasi.


Dimana, pembersihan ini dilakukan oleh warga jemaat di 31 Jemaat Klasis Nabire dan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire Povinsi Papua Tengah.


“Kami ada buat satu kalender kegiatan, tanggal 25 Maret kemarin kami mengadakan bakti sosial pembersihan di tiga, Pasar Karang, Pasar Kalibobo dan Pasar Oyehe. Dan bakti sosial ini kami kerjasama dengan Dinas Kebersihan Nabire dengan meminta fasilitas truck dan tong sampah untuk mengangkut sampah yang kami bersihkan,” tuturnya.


Dikatakan, selain bakti sosial, panitia juga akan mengadakan kegiatan seminar tentang perumusan sejarah di 4 April 2024 dengan melibatkan warga jemaat. Dan di puncak kegiatan HUT ke-62 Gereja Kemah Injil di Tanah Papua tahun 2024 Klasis Nabire, panitia juga akan mengadakan ibadah syukur pada 6 April 2024, bertempat di Gedung Gereja Efata Karang Tumaritis, dan dihadiri langsung oleh Sinode Jayapura.


“Gereja itu adalah mitra pemerintah yang tidak bisa dilepas satu sama lain. Dalam arti harus bergandengan tangan bersama-sama untuk melihat Kabupaten Nabire, sehingga kami dari gereja hanya bisa memberikan sumbangsih berupa pembersihan di tiga lokasi tanpa meminta imbalan apapun, dan semua warga jemaat di 30 jemaat yang ada di Klasis Nabire itu semua terlibat dalam pembersihan ini,” katanya.


Dia berharap, kepada seluruh warga jemaat di 31 Jemaat Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Klasis Nabire untuk bersama–sama mengingat kembali peristiwa yang sudah terjadi melalui para penginjil-penginjil masa lalu yang sudah rela berkorban, untuk warga Jemaat Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Klasis Nabire.

Dengan tidak mempunyai apa-apa, hanya dengan berjalan kaki menyusuri lembah, menyusuri gunung, mencari jiwa-jiwa untuk diselamatkan. Sehingga, warga jemaat diharapkan bisa bersama-sama memajukan gereja dengan pemerintah untuk membangun Kabupaten Nabire.(cad)