Pangdam XVII Bersafari Ramadhan di Nabire
NABIRE - Panglima Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderwasih, Mayjen TNI. Drs. Christian Zebua, MM, berkunjung di Nabire dengan agenda utamanya mengadakan safari ramadhan, Jum’at (18/7) kemarin. Disamping agenda utama Safari Ramadhan dengan prajurit TNI se-Garnisum Nabire, s
Bagikan
NABIRE - Panglima Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderwasih, Mayjen TNI. Drs. Christian Zebua, MM, berkunjung di Nabire dengan agenda utamanya mengadakan safari ramadhan, Jum’at (18/7) kemarin. Disamping agenda utama Safari Ramadhan dengan prajurit TNI se-Garnisum Nabire, sekaligus melakukan komunikasi, sebagai bentuk motivasi, dukungan dan dorongan moril dan melihat langsung kesiapan prajurit dalam melaksanakan tugas.
“Hal penting palagi dalam menghadapi dan menjalankan tugas-tugas di Papua ini,” ungkapnya.Hal itu disampaikan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Drs. Christian Zebua, MM, kepada media ditengah-tengah uka bersama dengan prajurit TNI, Muspida, tokoh agama, adat, masyarakat, pemuda dan tokoh perempuan, Jum’at (18/7) di Markas Komando Batalyon Infanteri (Mako Yonif) 753/Arga Vira Tama Nabire.“Prajurit harus mampu melihat bahwa Papua daerah dan masyarakatnya sediri, sehingga harus menghindari kegiatan-kegiatan yang membuat masyarakat tidak nyaman. Apalagi dalam Bulan Suci Ramadhan ini diharapkan ada perilaku yang lebih baik,” tuturnya.Dikatakan Pangdam, melihat ancaman utamanya di daerah pegunungan seperti yang baru-baru terjadi di Tinggi Nambut, dimana 2 orang supir lajuran ditewaskan oleh TPN/OPM dan 1 orang tukang ojek merupakan perbuatan terkutuk, perbuatan yang tidak benar dan perbuatan dosa karena megorankan orang yang tidak berdosa.Bila dikatakan itu perjuangan untuk Papua itu bohong besar, perbuatan itu justru merusak Papua. Bila ingin berjuang untuk Papua, mari bangun Papua bersama-sama.“Mengapa harus lari kehutan. Papua ini kan tanahnya mereka, jadilah tuan di negeri sendiri, bangun Papua dan bukan dengan cara membunuh orang yang tidak berdosa. Bila perbuatan itu dilakukan terus maka dia akan dikutuk, dikutuk dan terkutuk,” ungkapnya.“Saya katakan barang siapa yang berbuat baik di Tanah Papua, maka dia akan menerima tanda heran satu ke tanda heran yang lain. Sebaliknya bila ada orang yang suka berbohong tentang Papua apalagi berbuat kejahatan di Papua maka dia akan dikutuk, dikutuk dan terkutuk,” tandasnya.Untuk itu, Pangdam XVII berpesan kepada orang-orang yang berada di hutan untuk memilih, menjadi yang terkutuk atau menjadi Hamba Allah yang membangun kasih di Papua.Terkait kegiatan buka bersama dengan prajurit, Muspida, sejumlah tokoh baik masyarakat, tokoh lintas agama, tokoh pemuda dan perempuan, Mayjen Christian Zebua mengatakan, buka bersama intinya adalah bentuk persatuan dan kesatuan serta kebersamaan semua.“Buan Suci Ramadhan ini bukan hanya dimonopoli oleh orang Islam, namun yang non Islam juga merasakan. Dan hal yang luar biasa di Papua khususnya di Nabire kita sangat mempunyai toleransi tinggi, semua umat eragama baik Islam, Kristen, Hindu dan Budha semuanya bergandeng tangan membangun dan menciptakan keamanan dan kedamaian dan ini telah terbukti. Dan puasa akan semakin memperkuat kebersamaan itu, karena membangun itu tidak sendiri. Ingat bangsa ini sangat beragam, majemuk dan itu menjadi kekuatan bangsa Indonesia,” paparnya.Dalam kesempatan itu, Pangdam XVII/Cenderawasih menghimbau seluruh prajurit untuk selalu berbuat baik, mengasihi sesama khususnya masyarakat Papua, melaksanakan tugas secara professional, jangan ragu-ragu bahwa TNI mempunyai prosedur, siapapun yang mengganggu masyarakat dengan kekerasan apalagi dengan bersenjata hadapi jangan sampai masyarakat dianiaya atau diganggua, karena prajurit ada untuk mengamankan memberikan rasa aman bagi masyarakat.Seperti tahun lalu, dalam Safari Ramadhan kali ini, Pangdam XVII Mayjen TNI Drs. Christian Zebua, MM., memberikan santunan kepada anak-anak yatim anak kurang mampu.Penyerahan dilakukan sesaat sebelum buka bersama dengan didampingi Komandan Kodim 1705/Paniai, Letkol Inf. Franz Yohanes Purba dan Komandan Yonif 753/AVT, Mayor Inf. M. Mahbu Junaedi. (iing elsa)
Bagikan artikel ini



