NABIRE – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nabire untuk tahun 2023 sebesar Rp 30 M. Namun diharapkan ada kerja sama antara semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil agar target itu dapat ditingkatkan lagi. Hal ini ditegaskan Sekda Nabire, Pieter Erari, SE, M.Si, saat membuka rapat koordinasi OPD penghasil PAD, Selasa (11/7/23).

Ditegaskan, dalam kerja di lapangan semua OPD penghasil PAD diharapkan ada kerja sama. Karena untuk mengejar target PAD bukan saja menjadi tanggung jawab kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

Dikatakan, dalam postur struktur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang pertama dilihat soal PAD. Maka dalam setiap rapat anggaran bersama DPRD yang dilihat adalah PAD. Sebab pengahasilan memiliki peranan yang sangat penting soal penerimaan secara kumulatif dalam APBD.

Untuk itu PAD sangat penting, karena hal itu merupakan salah satu ukuran bagi pemerintah daerah dalam hal pendapatan. 

Saat ini kita tidak perlu lagi tergantung pada transfer dari pemerintah pusat. Tetapi harus bergerak dalam pengelolaan PAD. Karena target PAD telah ditetapkan dalam sidang yang disepakati bersama antara eksekutif dan legislative. 

“Sehingga jangan lagi ditunda–tunda. Marilah kita kerja sama untuk mengejar target PAD yang sudah ada. Kalau tahun 2022 lalu target PAD itu sebesar Rp 29 M lebih, ternyata yang didapat sebesar Rp 30 M lebih. Sehingga dengan target PAD tahun 2023 yang sebesar Rp 30 M lebih, diharapkan harus didapat lebih dari target,” tutur Erari.

Melalui rapat koordinasi antara OPD penghasil PAD ini, Sekda Erari berharap tidak ada rasa ego antara sesama OPD penghasil. Tetapi harus bangun kerja sama dan kejar peningkatan PAD dan kelola jenis–jenis PAD yang ada. (des)