NABIRE –  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) terus berupaya meningkatkan profesionalisme wartawan dalam melaksanakan kegiatan pemberitaan. Yakni dengan menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Tiga materi yang diberikan kepada peserta OKK, pertama Sejarah PWI, PD PRT dan Kode Perilaku Wartawan PWI dan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers/ Kode Etik Jurnalis.

Ketua PWI Papua Tengah, Lamberth Palaklely yang ditemui sela-sela kegiatan OKK di Aula LPP RRI Nabire, Rabu, 26 Juni 2024, mengatakan bahwa kegiatan OKK ini bukan saja untuk menjaring wartawan masuk kedalam PWI. Tetapi yang terpending adalah bagaimana peserta OKK dapat meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya sebagai jurnalis maupun wartawan di lapangan.

“Tujuan OKK tindaklanjut dari kegiatan UKW bulan April lalu, sebab wartawan yang ingin bergabung dengan PWI dia harus lulus UKW dan mengikuti OKK,” jelasnya.

Oleh karena itu, kegiatan orientasi ini wajib diikuti calon anggota PWI yang telah menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk mendapatkan kartu anggota PWI.

Selain menjalani tes tulis, wartawan dari berbagai platform media ini juga mendapat pembekalan khusus dari PWI, sehingga nantinya terlahir wartawan yang profesional, beretika dan kompeten.

Orientasi bagi wartawan ini pun mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Nabire. Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Nabire, Davidson Manuaron mengapresasi dan menharapkan PWI dapat menguatkan wartawannya menjadi motor penggerak pembangunan di Papua Tengah.

"Kalau sudah ikut UKW dan OKK maka pemberitaannya harus kedepankan nilai positif apalagi sebagai seorang wartawan yang terverifikasi harus benar-benar sesuai kode etik," Katanya. (des)