NABIRE - Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS.,M.Si belum lama ini di Sugapa menyampaikan, walaupun hingga saat ini di Intan Jaya belum ditemukan kasus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), alangkah baik dicegah sedini mungkin penyebaran virus yang mulai mewabah di Provinsi Papua, khusus di wilayah Meepago. Apalagi, tandas Bupati Intan Jaya dua periode itu, di 2 kabupaten di wilayah adat Meepago, yakni Kabupaten Mimika disusul Kabupaten Nabire sudah ditemukan kasus positif dan dinyatakan daerah pendemi baru serta masuk zona rawan (merah) terpapar Covid-19. Walaupun di Sugapa belum ada kasus, orang bijak bilang lebih baik mencegah dari pada mengobati. “Itulah yang diusung oleh Pemkab Intan Jaya dalam tim gugus tugas ini,” tegasnya.  Dengan demikian karena telah diisolasi atau pembatasan sosial wilayah yang menjadi pintu masuk dan keluar orang, seperti akses penerbangan dan jalan darat, maka konsekwensinya Pemkab Intan Jaya tidak boleh mengalami inflasi daerah.  Artinya, jelas Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, sekalipun negara sedang dilanda oleh musibah, tetapi negara juga tidak akan membiarkan rakyatnya mengalami inflasi daerah khususnya masyarakat Kabupaten Intan Jaya. Sehingga, pemerintah tentu melakukan upaya guna mengontrol perekonomian, harga barang di kios-kios harus tetap stabil sebelum dan sesudah ada Pandemi Covid-19, dengan catatan pemerintah tetap membuka akses transportasi udara guna mengangkut logistik, BBM, keperluan peralatan medis tim Covid-19 termasuk obat-obatan, bahan bangunan serta sembilan bahan pokok sebagai kebutuhan primer masyarakat di Sugapa.  Kenapa demikian? seketika kios-kios di Sugapa tidak ada stok pasokan makanan atau Sembako dari Nabire, maka harga barang secara otomatis akan naik. Nah, tekan Bupati Natalis seketika naik maka masyarakat dengan berkapita yang terbatas tidak akan mampu membeli barang di kios atau di pasaran yang ada.  Oleh sebab itu, akses udara harus dibuka untuk melayani kebutuhan masyarakat, dengan demikian kestabilan ekonomi di Sugapa tetap terkendali. Tentunya pesawat cargo Nabire ke Sugapa juga mengikuti anjuran pemerintah/protokol kesehatan tetap dijaga dengan insentif penyemprotan disenfektan dan lainnya yang merupakan bagian dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus yang belum ada vaksinnya itu.(wan/humas inja)