NABIRE - Jumat (24/11/23) di SMPN 2 Nabire telah dilakukan pemilihan kepengurusan organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Nabire. Ketua PGRI Cabang Nabire sebelumnya dijabat J. M. Ramandey, S.TP, M.Si dari tahun 2010 hingga November 2023. Hasil musyawarah Cabang PGRI, telah perpilih Franciscus Don Bosco Johanes, S.Pt, MM.Pd yang juga menjabag Kepala SMA Plus KPG Nabire. Pemilihan Ketua PGR Cabang Nabire yang baru dihadiri perwakilan pengurus ranting PGRI dari 8 distrik yang ada di wilayah Kabupaten Nabire.

Kepada Papuapos Nabire, Sabtu (25/11/23), mantan Ketua PGRI Nabire J.M. Ramandey, S.TP, M.Si mengatakan, kedepan kita harapkan PGRI yang merupakan organisasi para pahlawan tanpa tanda jasa ini lebih kuat, solid dan mandiri. Karena berdasarkan data statistik per bulan november 2023 ini, jumlah guru di Kabupaten Nabire ada 3.165 orang.

Diharapkan PGRI Cabang Nabire harus memiliki kantor sendiri sebagai tempat untuk menyelesaikan masalah–masalah yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan tugas di lapangan. Karena selama ini ada banyak masalah tetapi tidak ada tempat, akhirnya guru menjadi sasaran di lapangan.

Sementara itu, Ketua PGRI periode 2023-2028, Franciscus Don Bisco Johanes, S.Pt, MM.Pd, menambahkan, atas saran dan petunjuk mantan Ketua PGRI soal adanya gedung PGRI akan dipikirkan bersama seluruh guru yang ada di Kabupaten Nabire. Agar semua permasalahan guru bisa diselesaikan lewat wadah PGRI.

“Kami pun selaku ketua terpilih berharap organisasi profesi guru ini bisa berjalan sesuai dengan tujuan organisasi yang baik dan benar. Untuk itu selaku ketua berharap pula organisasi PGRI menjadi organisasi yang mandiri dan semuanya tergantung pada kekompakan dan kerja sama semua anggota yakni para guru,” ujarya.

Kata dia, organisasi PGRI harus dinamis berjalan sesuai perkembangan zaman. Setiap adanya perubahan dan siap melakukan kerja sama langsung dengan pemerintah. Baik itu pemerintah kabupaten, provinsi dan juga pusat. Karena dari hasil kolaborasi dalam program guna meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Nabire. (des)