NABIRE – Pegiat panahan asal Kabupaten Nabire, sebanyak 9 pegiat mengikuti Festival Olahraga Nasional (Fornas) Panahan tingkat nasional, selama dua hari di Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pegiat Panahan asal Nabire ke Bandung, Sabtu (1/7) siang mewakili Provinsi Papua Tengah. 

Ketua Pengurus Daerah (Pengda)  Fespati (Federasi Seni Panahan Tradisionl Indosesia) Provinsi Papua Tengah, Musab usai pelepasan kontingen Panahan Tradisional oleh Asisten I Setda Nabire, La Halim, mewakili Bupati Nabire, Mesak Magai di Ruang VIP Bandara Nabire, Sabtu (1/7) mengatakan pegiat panahan tradisional asal Nabire yang akan mengikuti festival panahan tingkat nasional di Bandung ini mewakili pegiat panahan tradisonal di Provinsi Papua Tengah. Festival itu sendiri dilaksanakan sekali dalam dua tahun. Dan sejak Papua Tengah dimekarkan, keikutsertaan panahan tradisional tingkat nasional ini merupakan cabang olahraga pertama dari Papua Tengah mengikuti event nasional.

“Kami berangkat hari ini untuk mengejar acara pembukaan yang akan dilaksanaka 2 Juli di Bandung. Pembukaan festival tersebut dihadiri Presiden Joko Widodo,” jelasnya sambil menambahkan festival itu sendiri akan dilaksanakan selama 4 - 5 Juli.

Musab mengurai, dari 9 pegiat peserta Festival Fornas 2023 terdiri dari seorang wasit nasional yakni Musab yang juga sebagai Ketua Pengda Fespati Provinsi Papua Tengah, 1 perempuan dewasa, 1 pegiat perempuan kelas 4 SD,  1 pegiat perempuan kelas 7 dan sisanya dewasa.

Menariknya dari peserta festival tersebut, tercatat seorang peserta cilik berusia 7 tahun, kelas 1 Sekolah Dasar (SD), atas nama Faizan. Faizan akan mengikuti lomba panahan 5 meter. Sedangkan lainnya, akan mengikuti lomba panahan 12 kategori dari 16 kategori yang akan dilombakan. Pegiat panahan tradisional dari Papua Tengah akan mengikuti 13 kategori. 

Musab menjelaskan sejak dimekarkannya Provinsi Papua Tengah, Inorga asal Nabire baru perdana mengikuti event nasional, sebagai cabang olahraga pertama yang keluar mewakili Provinsi Papua Tengah di kancah nasional. Dan Fespati mengikuti festival tingkat nasional yang  perdana di cabang olahraga tantangan di Komisi (Kormi), Komite Olaraga Masyarakat

Ketua Pengda Fespati Papua Tengah ini menambahkan, event serupa sudah digelar juga sebelum pemekaran daerah otonom baru di Papua, festivalnya dilaksanakan di Palembang. Dan yang mengikuti event nasional panahan tradisional di Pelembang, dari hanya wasit nasional yakni Musab.

Ketua Kontingen Panahan Tradisional, Musab mengatakan peserta festival akan berusha untuk menyumbangkan yang terbaik sebagai kebanggaan bagi daerah Provinsi Papua dan khususnya Kabupaten Nabire.

Menyinggung perhatian pemerintah, Musab mengungkap keberangkatan kali ini atas swadaya pegiat. Oleh sebab itu, ia berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah baik itu pemerintah provinsi maupun kabupaten pada even-event mendatang sebagai motivasi bagi pegiat dan atlit lainnya. (ans)