NABIRE – Kabupaten Nabire ternyata masih membutuhkan ratusan ribu blanko KTP untuk warganya. Kebutuhan ratusan ribu blanko KTP ini baik untuk pelayanan perubahan KTP dari status Provinsi Papua menjadi Provinsi Papua Tengah, juga untuk warga Kabupaten Nabire yang belum melakukan perekaman. Lantas, sampai kapan kebutuhan ratusan ribu blanko KTP ini bisa terpenuhi dan terlayani oleh dinas terkait di Kabupaten Nabire ini ?

Plh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd, membenarkan hal itu. Kata dia, untuk mengganti KTP menjadi Provinsi Papua Tengah dan melayani warga yang belum melakukan perekaman, dibutuhkan minimal 170.000 blanko KTP. Sampai saat ini KTP yang sudah tercetak dengan perubahan menjadi Provinsi Papua Tengah, belum sampai 10.000 KTP.

Lebih lanjut dikatakan Yulianus Pasang, di tahun 2023 dianggarkan untuk 20.000 KTP. Jumlah yang dianggarkan yang hanya 20.000 KTP ini tentu masih kurang dari kebutuhan riil. Terlebih lagi, bukan hanya untuk melayani perekaman bagi warga yang belum memiliki KTP. Namun setelah Provinsi Papua Tengah diresmikan, konsekuensinya KTP di kabupaten yang masuk dilayah Provinsi Papua Tengah harus dirubah KTPnya, termasuk juga untuk Kabupaten Nabire. KTP yang awalnya tertulis Provinsi Papua harus dirubah menjadi KTP bertuliskan Provinsi Papua Tengah.

“Untuk tahun ini awalnya disiapkan hanya untuk 20.000 saja. Tahun ini semua KTP masyarakat Nabire harus berubah, dari Papua ke Papua Tengah. Namun blanko dan tinta ini belum mampu memenuhi penduduk yang ada di Nabire. Sekarang ini yang jadi persoalan adalah blanko dan tintanya, harus cepat disiapkan sesuai kebutuhan masyarakat Nabire,” tuturnya.

Dikatakan, untuk tahun ini hanya dianggarkan sekitar 20.000 ribu, kekurangannya diajukan ke kementerian. Tambahnya, Permintaan blanko akan dilanjutkan ke pemerintah pusat agar bisa memenuhi total blanko dan tinta agar sesuai dengan data penduduk yang sudah wajib memiliki KTP. Termasuk juga untuk Kartu Identitas Anak (KIA). 

Lebih lanjut dikatakan, untuk memperlancar pelayan printer paling tidak harus ada tiga agar bisa cepat proses pengerjaan.

“Nanti kita kalau sudah pesan blanko dan tinta, printer lama dan baru kalau sudah datang dalam waktu dekat akan lebih cepat. Sekarang blanko yang tersisa itu sekitar 1.000 saja. Masyarakat Nabire mari saling memahami, kami siap selalu untuk melayani karena memang kami berusaha untuk semua nanti berubah KTP-nya dari Papua ke Papua Tengah, untuk menuju Pemilu ke 2024,” tuturnya.

Dikatakan Yulianus Pasang, sebelum Pemilu 2024 semua KTP sudah terganti dan target dari perubahan KTP awal tahun. Untuk cepat terpenuhinya blanko dan tinta, Kepala Disdukcapil akan segera ke Jakarta.

“Bupati Nabire sudah memfasilitasi untuk segera ke Jakarta meminta blanko dan tinta. Kami di Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah membutuhkan blanko dan tinta sekian banyak. Dan itu didukung penuh oleh Bupati Nabire,” tambahnya.

Dituturkan Yulianus Pasang, Bupati Nabire juga berpesan kepada dirinya untuk bekerja dengan hati-hati jangan sampai nanti tidak terjawab apa yang seharusnya dibutuhkan masyarakat. 

“Setelah nanti balik dari Jakarta, kita akan lembur untuk mencetak KTP, dan itu juga termasuk untuk perekaman yang baru. Staf dari Disdukcapil juga sudah siap ke lapangan untuk mangambil data yang nantinya dirubah. Mulai dari Disstrik Makimi, Napan, Mora, Nabire, kemudian Nabire Barat,” ujarnya. (feb)