NABIRE – Beberapa tahun ini, volume kendaraan roda dua dan empat di kota Nabire semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan penambahan jumlah di daerah ini. Apalagi, Nabire kini menjadi ibukota Provinsi Papua Tengah. Sementara konsentarsi penduduk terkonsentrasi di Distrik Nabire dan dua distrik di dekatnya yakni Distrik Nabire Barat dan Teluk Kimi sebagai penopang pertambahan penduduk di kota yang dijuluki kota Emas ini.

Akibat pertambahan dan pertumbuhan penduduk dan kendaraan yang begitu cepat, setidaknya berdampak pula dengan kenyamanan dan keselamatan di jalan raya. Semakin cepatnya pertambahan kendaraan roda dua, roda empat dan lebihnya, sudah sepantasnya pemerintah menambahkan traficc light (lampu pengatur jalan) di beberapa titik pertigaan dan perempatan di dalam kota Nabire.

Seiring dengan peningkatan tersebut, perempatan di Karang Tumaritis, Perempatan Bumi Wonorejo dan Pertigaan Kalibobo, kini meminta perhatian pemerintah untuk menempatkan lampu pengatur jalan (traficc light). Karena, tiga titik tersebut bakal terjadi kecelakaan lalu lintas ketika pengendara tidak hati-hati dan menaati auturan lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadinhub) Kabupaten Nabire, Yuliten Makai di ruang kerjanya, Rabu (2/8) mengakui tiga titik tersebut rawan kecelakaan. 

Yuliten menambahkan, pihaknya masih membenahi tiga rambu pengatur jalan yang sudah ada. Penambahan traficc baru juga menjadi pertimbangan Dinas Perhubungan Kabupaten Nabire.

Karena, di Nabire tidak hanya Dinas Perhubungan Kabupaten tetapi juga ada Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah. Oleh sebab itu, ada baiknya Dinas Perhubungan Provinsi juga ikut terlibat menempatkan traficc ligt di perempatan/pertgaan di jalan provinsi. (ans)