MUI Nabire Gelar Tasyakuran Milad ke-48
NABIRE – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nabire menggelar tasyakuran Milad ke-48, sekaligus peringatan 10 Muharram 1445 H, Kamis (27/7/23) di Pondok Pesanteren Tarbiyatul Athfal, Kalibobo. Peringatan Milad MUI bertemakan “Memeperkokoh persatuan dalam bingkai keragaman menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan bermartabat.“ Milad dilaksanakan dengan tujuan mengucap syukur dan menyambung silatuhrami bersama, sebagaimana MUI sudah berjalan selama 48th bersama pemerintah.

NABIRE – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nabire menggelar tasyakuran Milad ke-48, sekaligus peringatan 10 Muharram 1445 H, Kamis (27/7/23) di Pondok Pesanteren Tarbiyatul Athfal, Kalibobo. Peringatan Milad MUI bertemakan “Memeperkokoh persatuan dalam bingkai keragaman menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan bermartabat.“ Milad dilaksanakan dengan tujuan mengucap syukur dan menyambung silatuhrami bersama, sebagaimana MUI sudah berjalan selama 48th bersama pemerintah.
Dikatakan Ketua MUI Nabire, KH Rokhimin Abdul Rokman, 10 Muharrom ialah hari yang sangat baik maka digelar do’a bersama. Tasyakuran diwarnai pemotongan tumpeng oleh Ketua MUI Nabire, KH Rokhimin Abdul Rokman didampingi Kapolres Nabire, AKBP I Ketut Suarnaya, Kasdim 1705/Nabire, Wakil Ketua II DPRD Nabire, H. Iskandar, dan Asisten I Setda Nabire, La Halim, S.Sos.
Dikatakan, MUI telah aktif mengambil tugas dan tanggung jawab untuk melindungi dan memajukan umat, merawat kerukunan umat beragama, meningkatkan kesejahteraan bangsa, dan menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD tahun 1945.
Sambutan Bupati Nabire yang dibacakan Asisten I Setda Nabire, La Halim, mengatakan, jejak panjang pengabdian MUI selama 48 tahun tersebut berlandaskan dua penetapan sebagai melindungi umat dan sebagai mitra pemerintah. Untuk itu MUI akan terus berihtiar meningkatkan kwalitas ulama dan peranannya dalam kehidupan bangsa khususnya di Kabupaten Nabire.
Selain itu, MUI juga terus mendorong dan mengingatkan kwalitas pemerintah. Agar makin besar pengabdiannya kepada rakyat, dan bekerja keras untuk kemajuan dan kemakmuran rakyat.
Lanjutnya, di dalam ajaran islam, mengutamakan dan fokus pada kerja dan produktifitas merupakan ajaran yang sangat penting. Harapan MUI dan doa para ulama, para ulama yang menjadi pewaris para nabi akan terus mendampingi pemerintah, berpartisipasi aktif dalam program pemerintah sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Disisi lain ulama akan memberikan saran dan masukan pada pemerintah agar terus berjalan dengan baik secara berdampingan. (feb)
Bagikan artikel ini



