NABIRE – Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah, Gabriel Wakerkwa, ketika dikunjungi siswa-siswa SMA Negeri 1 Nabire, perihal tanggapannya soal Narkoba di kalangan remaja, mengatakan Narkoba singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan adiktif lainnya. Zat zat ini berbahaya karena bisa mempengaruhi otak, menurunkan kesadaran, ketergantungan dan merusak kesahatan tubuh. 

Dijelaskannya, intinya Narkoba membuat orang merasa senang sesaat, tetapi dampak panjangnya sangat merugikan, seperti kesehatan hancur, pikiran kacau, dan masa depan bisa rusak.

Gabriel Wakerkwa, saat ditanyai menyangkut pandangan mengenai peredaran Narkoba di kalangan remaja dan cara mengatasinya, menjelaskan, Narkoba banyak menyasar remaja, karena rasa ingin tahu tinggi dan mudah terpengaruh, pergaulan, kurangnya pengawasan baik dari lingkungan pendidikan dan keluarga. Apalagi sekarang akses media atau teknologi yang mudah untuk dijangkau. Akibatnya banyak remaja yang terjerumus sebagai pemakai bahkan pengedar tanpa sadar resikonya.

Gabriel menambahkan, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan peran keluarga dalam hal bimbingan, mengawasi dan komunikasi terbuka kepada anak. 

Dari segi edukasi dan penyuluhan, pihak diharapkan sekolah rutin memberikan penyuluhan tentang bahaya Narkoba. Sedangkan, dari segi lingkungan masyarakat harus aktif berani melaporkan jika ada indikasi peredaran dan menciptakan lingkungan bebas Narkoba di tingkat RT/RW hingga komunitas. 

Sedangkan untuk remaja yang sudah terjerumus perlu dibimbing lewat rehabilitasi medis dan konseling psikologis agar bisa pulih. Permasalahan ini meski ada solusi pemerintah terhadap pengedar maupun pengguna Narkoba. 

Dikatakan Gabriel, DPRPT akan mengusulkan dalam Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) tahun 2026 tentang Narkoba dimaksud, berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagai payung hukum utama untuk pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi. Dengan demikian memiliki dasar hukum untuk pihak tertentu bertindak mengatasi permasalahan tersebut baik terhadap pemasok dan pengguna serta mengatur tentang sanksinya.

Pengguna Narkoba biasanya bersamaan dengan Minuman Keras (Miras), sehingga semakin mempertinggi daya rusak terhadap pengguna. Dengan adanya Perdasus, Pemerintah Papua Tengah berusaha menyelamatkan dan mempersiapkan generasi Papua Tengah ke depan yang bermoral tinggi serta memiliki iman dan taqwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan Papua Tengah.

Gabriel Wakerkwa, tak lupa berpesan kepada orang tua bahwa jangan putus asa dalam mendidik anak, karena pasti ada solusi dari berbagai pihak terhadap anak-anak bangsa. “Anak merupakan titipan Tuhan kepada orang tua untuk dibimbing dalam hal kebaikan dan kebenaran,” imbuhnya.

Sebagai penutup, narasumber menyatakan sifat bahwa sebagai anggota DPR Provinsi Papua Tengah yang dipercayakan untuk menyampaikan suara rakyat maka akan berupayah maksimal untuk merealisasikan rencana mengatasi keburukan Narkoba di Papua Tengah demi keselamatan generasi dan kebahagiaan rakyatnya.

Sebagai bagian akhir dari berita ini, kelompok penulis merangkum informasi menarik, yakni pentingnya peran keluarga, sekolah dan masyarakat dalam memberikan edukasi dan pengawasan agar remaja tidak terjerumus. Ingat penangan bahaya nNarkoba tidak cukup hanya dengan penegakan hukum, tetapi juga harus melalui penyuluhan, rehabilitasi serta penciptaan lingkungan yang sehat dan positif bagi anak muda.

Pesan yang paling mengena dari hasil wawancara, yakni Narkoba memberi kenikmatan sesaat, tetapi meninggalkan penderitaan panjang. Katakan tidak pada Narkoba, demi masa depan yang lebih cerah.(Penulis: Dorsilla G. A Wakerkwa, Kalasina Marta Mandenas, Abigail Prisilia Palada dan Maria S. Irif Kedati.)