Membangun Sumber Daya Manusia Sejak Masa Remaja di SMA/ SMK
Oleh : Musa Pekei Sumber Daya Manusia (SDM) adalah suatu kumpulan manusia yang di bentuk, dibimbing dan diproses dalam pendidikan formal maupun non formal yang mengacu pada pengembangan potensi sesuai dengan minat dan bakat pada bidang nya.
Oleh : Musa Pekei
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah suatu kumpulan manusia yang di bentuk, dibimbing dan diproses dalam pendidikan formal maupun non formal yang mengacu pada pengembangan potensi sesuai dengan minat dan bakat pada bidang nya.
Masa remaja adalah anak anak yang berusia 12 tahun sampai 19 tahun .Rentan usia ini memiliki keinginan untuk mencoba atau melakukan segala sesuatu entahlah baik ataupun buruk.
SMA/SMK adalah satuan pendidikan menengah yang biasa bersekolah oleh Siswa siswi yang berumur 15-19 tahun.Tentu kalau dilihat dari rentan usia tersebut tentunya termasuk dalam usia remaja.
Pola pendidikan di Indonesia mengacu pada teks teks buku yang telah disediakan oleh pemerintah.Tentu isi buku teks tersebut kurang relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di Indonesia.Model pendidikan/kurikulum juga disediakan secara desentralisasi atau terpusat.
Penerapan kurikulum tersebut secara tidak langsung memaksa daerah daerah lain di Indonesia untuk ikut model pendidikan yang Telah di tentukan dari Jawa.Misalnya , pelajaran seni budaya .Dalam teks buku disediakan seni rupa, budaya dari Jawa.Tokoh utama dalam seni rupa tersebut bernama Muhammad Budi,Tomi dan seterusnya.Teks book ini menjerumuskan atau memaksa daerah lain atau pulau lain untuk ikut cara dan gaya kebiasaan masyarakat Jawa.Tentu kalau di lihat dari daerah lain , terlebih khusus Papua .Maka melelai teks teks book juga telah menjajah orang Papua melalui pendidikan.Sebab pendidikan yang kontekstual telah di abaikan .Terus model pengajaran dalam kelas juga guru memaksa siswa untuk menghapal dan mengerti budaya atau kebudayaan orang lain.Dengan demikian pemerintah daerah perlu membuat perda,dan membuat kurikulum lokal untuk disekolah negeri maupun swasta.
Dalam Pengelolaan sekolah SMA/SMK juga perlu dilakukan dengan kolaborasi antara praktisi baik lembaga pemerintah maupun swasta . Rancangan itu perlu masuk ke sekolah dalam bentuk sosialisasi, workshop dan seminar tentang perkembangan sumber daya manusia (SDM), Ekonomi, pendidikan dan kesehatan.Agar pemahaman siswa Siswi juga dibekali dengan wawasan, kapasitas dalam melihat realitas pembangunan daerah .
A.Mengapa Membangun Kolaborasi Dengan Praktisi?
Sekolah harus mampu menjangkau dan membangun kolaborasi dengan dunia usaha (DU)/Dunia Industri (DI) untuk membangun serta memberi ruang untuk membagi pengetahuan atau pengalaman kepada peserta didik.Agar terjadi saringan (Filter) literasi dan numerasi dalam cakrawala berpikir siswa dan terus menimba pengetahuan tambahan dari luar mata pelajaran.
Dunia industri/Dunia usaha punya pengalaman yang nantinya bisa dibagikan kepada siswa siswi . Selain itu siswa sendiri terdorong/termotivasi dengan pengalaman yang telah dibagikan tersebut.
B.Membangun Kesadaran Berorganisasi Melalui OSIS.
Salah satu pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan adalah melalui aktivitas berorganisasi terlebih khusus melalui organisasi siswa intra sekolah (OSIS).Siswa siswi di latih dan di proses melalui berorganisasi.Salah satunya ambil bagian dalam kepengurusan, kepanitiaan maupun memimpin kegiatan kegiatan di luar sekolah antara lain lomba baca puisi dan Pidato dan lain sebagainya.
Guru kesiswaan perlu berperan aktif dalam membimbing , mengarahkan dan memotivasi siswa siswi untuk tetap semangat dalam mengikuti semua program yang telah di sepakati dan ditetapkan bersama.Salah satu kegiatan yang bisa guru dorong dalam membentuk karakter moral dan kepemimpinan adalah dengan cara mendorong siswa siswi (OSIS) untuk membentuk team formator dan memimpin musyawarah besar (MUBES) .
Mubes mengajarkan siswa siswi untuk berpartisipasi dalam berdemokrasi terutama dalam menyumbangkan ide, gagasan,saran dan kritik dalam menghasilkan keputusan bersama.salah satu hasil keputusan nya adalah menghasilkan resolusi resolusi yang tertuang dalam anggaran dasar (AD) atau Anggaran Rumah Tangga (ART).
Dalam pembahasan musyawarah besar (Mubes) .Ada pimpinan sidang yang memimpin jalannya mubes yaitu : Pimpinan sidang sementara yang tugasnya membahas GBHO, GBHK, Daftar Hadir,Tata Tertip sidang.Sementara pimpinan sidang tetap membahas (AD/ ART) . Selain itu ada stering Comitte,pengarah dan peninjau . Stering Komite Tugas nya meluruskan jalannya persidangan,jika kedapatan pimpinan sidang dalam memimpin Mubes.Sementara pengarah adalah tugas nya menjaga keadaan Mubes berjalan nya lancar dan berusaha meluruskan semua kesalahan dan kelalaian dalam proses persidangan.Sementara peninjau adalah tugasnya meninjaun kembali hasil pembahasan yang terdiri dari kesalahan paragraf, kalimat dan kata dalam isi materi yang dibahas di forum.
Kegiatan dalam aktivitas mubes ini secara langsung melatih anak anak untuk memimpin dan berbicara yang baik di depan umum serta mampu menuangkan analisa ide , gagasan dalam berdemokrasi dalam skala organisasi OSIS.
C.Menumbuhkan daya kreatif dan kritis dalam Rapat kerja (RAKER).
Dalam menumbuhkan daya kreatif adalah dengan cara bagaimana siswa berpikir kreatif dalam menyumbangkan ide, gagasan dalam program kerja yang nantinya akan dilaksanakan bersama.Sisi lain siswa juga ikut berpikir kreatif dalam menyumbangkan program strategis serta mampu menyusun draft program jangka pendek, menengah dan panjang.
Siswa juga bisa mengerti garis koordinasi, komunikasi antar pengurus baik ketua,wakil, sekertaris , bendahara dan bidang bidang serta tugas dan fungsinya.Rapat ini membuka peluang bagi siswa siswi belajar dan berpraktik berkomunikasi dengan baik dan benar.Serta belajar memimpin dan menanggapi pertanyaan secara kritis dan memberikan solusi atas masalah yang di hadapi di sekolah menyangkut pengembangan diri.
Daya kritis siswa bisa dimunculkan dalam rapat kerja salah satunya mempertanyakan tugas dan fungsinya serta program program yang sudah dilakukan oleh pengurus sebelumnya dan mampu memberikan solusinya kepada pengurus baru.
Dalam pengalaman menyusun program dalam raker membawa siswa untuk terus belajar menjadi pemimpin.Jika siswa tersebut suatu saat memimpin daerah atau kepala daerah tidak ragu ragu dalam memimpin rapat koordinasi,Rapat paripurna,RPJMD, Musrembang dan lain sebagainya.
D.Pengukuhan Melalui Penerbitan surat keputusan (SK) Kepala sekolah tentang Pengurus OSIS.
Dalam memajukan aktifitas sekolah terlebih khusus bidang ekstrakurikuler di sekolah,maka kepala sekolah perlu mendukung dalam semua program kerja yang di laksanakan oleh pengurus OSIS maupun kegiatan lainnya.Bentuk pengakuan dan keabsahan dalam aktivitas OSIS,maka kepala sekolah juga perlu mendukung dalam bentuk menerbitkan surat keputusan dan di serahkan secara terbuka dalam rapat pelantikan OSIS,Agar siswa juga ikut melihat, menyaksikan dan belajar proses demokrasi dalam organisasi OSIS sejak dini.
Siswa siswi ini masih remaja dan masih berusia ( 15-19 tahun). Kesadaran mereka masih dalam tahapan ingin mencoba sesuatu yang baru . Tentu tahapan perkembangan ini perlu di isi dengan kegiatan positif misalnya OSIS dan guru kesiswaan bekerja sama dalam membuat program dan kegiatan produktif yang mampu mengarahkan pola pikir kritis, inovatif dan kepemimpinan dalam organisasi yang berskala sekolah seperti OSIS.Melalui kegiatan ini membangun dan membentuk cakrawala berpikir siswa siswi lebih kepada literasi, numerasi.(Penulis adalah guru honorer SMKS Anigou Kesehatan Nabire)
Bagikan artikel ini



