DOGIYAI - Antisipasi bencana alam bisa saja terjadi.

Dampak kerusakan lingukungan, industri kayu, penembangan liar tanpa seijin pemerintah dan tanpa mempertimbangkan dan menjaga lingkungan.

Antisipasi harus dilakukan di sepanjang Jalan Trans Nabire-Dogiyai, khususnya pada areal hutan lindung harus dilindungi sebagai sumber energi komersial nantinya.

Mengantisipasi perkembangan Iptek pada  tahun 2021 ini, mentalitas masyarakat dalam presfektif  ekonomi kedepan.

Dari hasil batu, kayu dan minyak bumi, sumber teknologi yang akan berkembang  nanti.

Demikian dikatakan Mekias Iyowau, S.Hut, kepada media ini di Dogiyai beberapa waktu lalu, usai  menerima Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua. 

Pemetaan batas kawasan hutang lindung, pembatasan batas kawasan hutan, menjaga ramah lingkungan mengantisipasi perkembangan Iptek pada tahun 2021 ini, Melkias minta kepada masyarakat Dogiyai, Deyai dan Paniai untuk penghematan tanah dan lingkunganya.

Pemerintah Daerah, Bappeda bidang konsevasi kita menjaga dan melidungi.

Sepanjang jalan menjaga ramah lingkungan, Melkias minta juga untuk tidak menebang pohon.

Melalui dinas terkait akan mensosialidasikan kepada masyarakat.

Hal itu secara tertulis akan disampaikan  kepada para bupati, ujar Melkias Iyowau. (don)