NABIRE - Momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 tahun 2026 ini sangat istimewa untuk merefleksikan perjalanan iman dan kasih. Menjadi jemaat yang penuh kedamaian dan anugerah sekaligus panggilan untuk saling menguatkan, membawa kesejahteraan dan menjadi berkat bagi kita.

Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH, yang dibacakan Staf Ahli III Gubernur Provinsi Papua Tengah, Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Marthen Ukago, pada Sabtu (6/06/26), mengatakan usia 62 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya ada doa, kerja keras, pengorbanan, air mata, sukacita dan kesetiaan banyak orang. 

Ada para pendahulu yang telah meletakkan dasar pelayanan. Ada para hamba Tuhan yang setia menggembalakan umat. Ada keluarga-keluarga jemaat yang terus menjaga persekutuan. Dan ada generasi muda gereja yang hari ini dipanggil untuk melanjutkan pelayanan dengan semangat baru.

“Perayaan HUT jemaat bukan hanya perayaan angka. Ini adalah kesempatan untuk melihat kembali karya Tuhan dalam perjalanan gereja, sekaligus menatap masa depan dengan iman, pengharapan dan kasih,” ujarnya.

Ia juga percaya bahwa Gereja Kingmi Jemaat Maranatha telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Nabire. Gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga tempat membentuk karakter, menguatkan keluarga, menolong sesama, mendidik anak-anak muda, merawat perdamaian dan menumbuhkan kepedulian sosial.

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah memandang tokoh agama dan lembaga keagamaan sebagai mitra strategis dalam membangun daerah. Pembangunan tidak hanya berbicara tentang jalan, gedung, listrik, air bersih, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Pembangunan juga berbicara tentang manusia: iman yang kuat, moral yang baik, keluarga yang kokoh, masyarakat yang damai serta hati yang mau melayani,” ujarnya. 

Lanjutnya, adapun visi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam mewujudkan Papua Tengah Emas, Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju dan Berkelanjutan. 

Kata harmonis dan bermartabat memiliki makna yang sangat dekat dengan pelayanan gereja. Kita ingin Papua Tengah menjadi rumah bersama yang aman, damai, saling menghormati dan memberi ruang bagi setiap orang untuk hidup serta berkembang dengan baik.

“Dalam visi tersebut, pemerintah memberi perhatian besar pada pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, tata kelola pemerintahan yang baik, infrastruktur dasar serta ketahanan sosial dan lingkungan. Namun semua itu akan semakin kuat apabila ditopang oleh nilai-nilai iman, kasih, kejujuran, disiplin dan kepedulian yang hidup di tengah Masyarakat,” tuturnya.

Di sinilah peran gereja menjadi sangat penting. Gereja dapat membantu menjaga anak-anak muda dari hal-hal yang merusak masa depan. Gereja dapat menguatkan keluarga. Gereja dapat menumbuhkan semangat kerja, kejujuran dan kepedulian terhadap sesama. Gereja juga dapat menjadi jembatan komunikasi yang menyejukkan ketika masyarakat menghadapi persoalan.

Ia juga berpesan kepada generasi muda Jemaat Maranatha, masa depan Papua Tengah ada di tangan saudara-saudara. Gunakan masa muda untuk belajar, bekerja, berkarya dan melayani. Jauhi hal-hal yang merusak diri dan keluarga. Bangunlah kemampuan, jaga kesehatan, hormati orang tua dan jadilah generasi yang membawa nama baik gereja, keluarga dan daerah. (rob/humPemprov)