MBG, Sisi Ideologis, Politis dan Ekonomis

Esai : Abdul Munib
Mulut rakyat kecil yang ikut makan dari program MBG ini kalau dijumlah bisa sampai 100 juta bahkan lebih. Cara menghitungnya begini. Jumlah siswa, balita dan ibu menyusui sebagai penerima manfaat targetnya 83 juta orang. Yang bekerja di satu dapur SPPG mulai dari relawan, kepala SPPG, akunting, ahli gizi, chef dan suplayer bahan baku ada sekitar 80 orang. Jika kita hitung minimal saja satu pekerja punya dua anak, maka ada tiga orang yang ikut makan dari upah kerja di BGN. Ini artinya ada sekitar 10,24 juta mulut ikut makan dari para pekerja dan keluarganya.
Dijumlah dengan penerima manfaat bisa sampai 93,24 juta mulut yang makan dari MBG. Kalau jadi seperti di Iran mahasiswa dapat MBG, ada 9,4 juta sampai 9,9 juta mahasiswa yang tersebar di 4 ribu perguruan tinggi di Indonesia, maka jumlahnya sampai 100 juta lebih.
Jumlah ini lebih sepertiga dari jumlah penduduk Indonesia yang 288,3 juta jiwa. Tidak salah dong kalau sila ke lima itu ditafsirkan begini oleh MBG. Karena banyak rakyat yang ikut makan dari program nasional ini. Kalau dibanding projek lain yang padat modal, hanya sedikit rakyat kecil kuli saja yang mendapat manfaat. Bagian uang yang banyaknya diperoleh pengusaha dan pejabat. Sedangkan di program ini 87 persen dimakan rakyat kecil seluruh Indonesia. Investor hanya memperoleh 13 persen dari dana MBG. Jadi secara ideologis program ini Pancasilais sekali. Ada unsur bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sisi Ideologis
Sila kelima berbunyi begini : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembukaan UUD 45 alinea ke empat begini bunyinya : Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan KESEJAHTERAAN UMUM, MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Baca juga ketetuan konstitusi ini : Pasal 33 tentang Kesejahteraan Ekonomi di Bab XIV.
Ayat 1: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Ayat 2: Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Ayat 3: Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Ayat 4 & 5: Prinsip demokrasi ekonomi, efisiensi berkeadilan, dan prinsip pembangunan ekonomi nasional.
Pasal 34 tentang kesejahteraan sosial di Bab XIV. Ayat 1: Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.Ayat 2: Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu.
Ayat 3: Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Semua narasi diatas mencerminkan spirit untuk Indonesia yang dapat membantu yang lemah.
Redaksi fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara, misalnya. Fakir miskin siapa saja yang selama ini sudah dipelihara ? Dimana tempat memeliharanya ? Dan kapan pemeliharaan itu terjadi ? Bagaimana cara memeliharanya ?
Dan bagaimana jika pertanyaan diatas dilontarkan oleh Tuhan yang Maha Esa kelak di akhirat, - karena bangsa Indonesia telah menyematkan Diri Tuhan dalam sila pertama. Bagaimana jika ditanyakan oleh Nya : Nama saya dicatut dalam Pancasila tapi makhluk saya berupa manusia Indonesia kok disia-siakan. Hanya diberi janji kosong. Bukanlah kalian para pejabat sebelum duduk disumpah terlebih dulu atas nama Saya dibawah kitab suci Saya ?
Kalau pejabat Indonesia itu orang beriman, pertanyaan-pertanyaan diatas pasti akan sangat mengerikan. Prabowo ingin sediki menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Meski belum menjawab seluruhnya. Karena jawaban itu akan ditanyakan terus selama Indonesia masih berasas Pancasila. Dan akan ditanyakan di akhirat kelak di hadapanmu Tuhan.
MBG adalah Pancasila aksi, bukan Pancasila redaksi yang hanya kata-kata. MBG itu Pancasila yang dilaksanakan, atau dieksekusi. Sudah jadi konsekuensi konstitusiomal, jika upaya menciptakan kesejahteraan umum itu dilakukan pemerintah. Makan adalah kesejahteraan umum paling dasar. Orang masih bisa tinggal di rumah bambu reot dengan pakaian compang camping, tapi orang tak bisa tidak makan. Rocky gerung pikir ilmu bisa masuk ke otak anak miskin yang perutnya kosong ? Dan makanan, - meski tak bisa menafikan pentingnya juga pengajaran, dapat bentuk fisik atau raga anak termasuk otak fisiknya. Makanan bergizi dan pengajaran keduanya penting. Jangan di-kontradiksi-kan.
Kita semua sudah tahu bahwa yang paling keberatan jika Pancasila ditafsirkan jujur dan lurus sehingga rakyat Indonesia sejahtera dan bangsa ini cerdas, kuat dan maju itu siapa ? Barat. Para kapitalis. Oligarki. Konglomerat. Cukong. Iluminasi. Freemasonry. Kapitalis Global. IMF. World Bank. Semua kata-kata itu maknanya sama, Mewakili entitas jahat yang sedang berjuang terus menjajah, menghegemoni dunia agar kendali dunia sepenuhnya ada di tangannya.
Kerjanya mencengkeram ekonomi dunia dengan rentenir riba. Suka mengobarkan perang. Menjauhkan manusia dari Tuhannya dengan sekularisme. Punya jaringan agen antek di seluruh negara, yang menyusup di semua instansi pemerintah, Ormas bahkan organisasi keagamaan. Mereka itu sangat tidak suka jika Pancasila dijalankan, di implementasikan di rakyat Indonesia. Mereka tak suka bangsa lain maju. Mereka selalu ingin mengkondisikan Indonesia yang lemah tak berdaya. Agar mereka selalu mulus melakukan penjajahan dan penjarahan. Mengeruk harta milik bangsa Indonesia. Mereka mau anak bangsa Indonesia bodoh dan tetap mempertahankan kebodohannya.
Sisi Politik
Suksesnya program MBG ini paling menakutkan bagi dua pihak : satu pihak lawan politik, dua pihak Barat. Keduanya bahkan berkolaborasi. Gabung jurus menggunakan media branded nasional dan multi-platform media sosial, menyerang MBG.
Sebenarnya yang diserang adalah arah kebijaksanaan Prabowo yang pro rakyat dan berpotensi besar untuk Indonesia maju. Kalau sekedar program pro rakyat saja seperti BLT, Raskin, sembako Barat tidak keberatan. Karena program itu bisa membuat rakyat Indonesia bergantung. Tapi MBG, Kopdes Merput, Kampung Nelayan, itu bukan sekedar pro rakyat. Itu bola salju yang jika terus menggelinding akan semakin besar. Kesempatan menjajah dan menjarah bangsa Indonesia akan tambah mengecil. Di layar televisi atau layar hape berseliweran narasi agen antek Barat yang tujuannya menghadang dan menghalangi jalannya proses kemajuan bangsa Indonesia.
Kenapa secara politik MBG sangat menakutkan Barat dan lawan politik Prabowo ? Orang bodoh juga tahu, bahwa dari jumlah sisa SMA dan Aliyah di Indonesia ada 9.800 siswa. Lulusan SMA dan Aliyah selama lima tahun 18,5 juta. Siswa aktif SMA dan Aliyah se Indonesia berjumlah 9 juta. Apabila kalau jadi MBG untuk mahasiswa, berarti tambah 10 juta lagi penerima manfaat. Jadi jika dijumlah semua ada 47,3 suara surplus Pak Prabowo untuk di Pilpres 2029 nanti.
Kawan politik dan Barat sangat takut kalau MBG bisa masuk kampus, karena mereka menilai alat mereka di organisasi kemahasiswaan akan bisa tumpul.
Sehingga angka konstan Prabowo Gibran di Pilpres 2024 lalu sebesar 96 juta akan mendapatkan surplus suara dari efek keberhasilan MBG 47 juta tambahan. Asumsi ini yang sangat mengkhawatirkan dan membuat takut itu bagi lawan politik dan Barat. Untuk itu mereka harus menggelontorkan dana sangat besar untuk membiayai media menyerang program andalan Pak Prabowo.
Sementara Pak Prabowo sendiri tidak peduli dengan hitungan politik seperti diatas. Karena tujuan utama dia bukan itu. Tujuannya ada pada dua buku yang berjudul Patadoks dan Transformasi. Disitu dia mendiagnosa persoalan bangsa dan membuat resepnya.
Sisi Ekonomi
Dari sisi ekonomi, MBG tidak berdiri sendiri. Ia ada sebagai program nasional ketahanan pangan, energi dan air. Ia ada bersama program swasembada beras, Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan, Danantara, Satgas Anti korupsi dan sekolah Rakyat. Sampai tulisan ini dibuat ada 27.875 unit SPPG sudah berdiri dan masak. Melampaui target, dapur SPPG sudah selesai 89,2 persen. Sisanya kebanyakan untuk di enam provinsi di Papua Raya karena topografi daerah, sebaran sekolah ke pelosok terpencil dan penolakan dari KKB. Hal ini membutuhkan penanganan tersendiri.
Seluruh entitas yang terhubung dengan hegemoni Barat, pasti akan menolak program Presiden Prabowo yang berpotensi memajukan bangsa Indonesia. Efek dari program-program andalan ini akan mendekatkan rakyat Indonesia pada kemajuan, kemandirian, kesadaran, seperti yang dicita-citakan pendiri bangsa. Keadaan yang bertolak belakang dengan keinginan Barat, yang didukung agen anteknya di Indonesia. Ketika rakyat Indonesia sadar dan bangkit para agen antek Barat ini akan dimintai dihukum sebagai penghianat bangsa.
Tanda-tanda cukup kuat Presiden Prabowo menaruh kementerian keuangan dan pertanian pada sosok bersih, kurus dan cerdas Purbaya dan Amran. Tanda swasembada pangan sudah tampak. Panen melimpah. Petani semangat karena harga saat panen raya dilindungi negara. Pertumbuhan sudah mulai naik ke 5,61. Ditengah gonjang-ganjing perang harga bensin subsidi dan gas subsidi tidak dinaikan. Pemerintah kita sedang berada di rel nya yang tepat. Hanya suara agen penghianat yang bertebaran di media-media branded nasional. Ada 100 mulut anak bangsa sedang makan, para antek ribut tidak sopan.
Sisi ekonomi kita justeru sedang terbaik sepanjang sejarah Indonesia. Saatnya bangsa Indonesia tidak boleh lagi dengar suara agen antek asing. Saatnya bangsa ini belajar logika. Untuk anak cucu kita dapat mewarisi Indonesia yang bebas koruptor. Bebas pembunuhan warga sipil. Bebas biaya sekolah, terbebas dari Tukang Olah yang ada di sistem pendidikan dan pejabatnya. Bebas biaya kesehatan, dari tekanan sistem industri rumah sakit. Prabowo sedang mengajak seluruh kepala daerah mengutamakan program pro ekonomi rakyat.
Penutup : Sketsa dalam tulisan ini hendak menyampaikan ajakan untuk berhati-hati dengan media besar yang menebar hoax karena sudah dibeli Soros. Barisan Tukang Olah yang mau menjual Indonesia ke Barat dengan biaya murah dan menipu serta menyengsarakan rakyat Indonesia.
Bagikan artikel ini



