Mahasiswa USWIM Diharapkan Kelak Jadi Agen Perubahan
NABIRE – Mahasiswa baru dan mahasiswa yang berada di semester dua, tiga dan empat hingga semester akhir diharapkan kelak menjadi agen
Bagikan
NABIRE – Mahasiswa baru dan mahasiswa yang berada di semester dua, tiga dan empat hingga semester akhir diharapkan kelak menjadi agen perubahan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat serta bagi bangsa dan negara. Untuk itu harus senantiasa mengikuti proses perkuliahan yang akan diawali pada tahun akademik 2018/2018 di semester ganjil ini.Demikian sambutan Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Izaach Suripatty, M.Si, Senin (27/8), saat ibadah syukur pembukaan kuliah semester ganjil tahun akademik 2018/2019, di aula pertemuan USWIM. Ibadah dipimpin Pendeta Yael M. Tokoro, ST.h dan dihadiri Rektor USWIM, Petrus Izaach Suripatty, M.Si, mantan Rektor USWIM, Didimus Mote, SH, M.Hum dan sejumlah dekan serta dosen dan mahasiswa.Lebih lanjut dikatakan, sebagai mahasiswa dan mahasiswi tugasnya adalah belajar dan belajar serta mampu membaca sebuah perubahan. Karena mahasiswa dalam praktek berbangsa dan bernegara mempunyai fungsi kontrol terhadap perubahan. Mahasiswa itu berada dan diharapkan dari hasil pemikiran mahasiswa itu akan lahir sebuah perubahan.Selain itu sebagai mahasiswa dan mahasiswi USWIM Nabire harus selalu ingat bahwa Motto kita adalah “Iman dan Ilmu“ Sehingga segala sesuatu yang dibuat di lembaga ini harus pula didesain dengan iman dan ilmu. Seluruh dosen juga diharapkan menyiapkan diri untuk memberikan ilmu secara maksimal bagi semua mahasiswa dan mahasiswi.Rektor USWIM di awal tahun akademik 2018/2019 pada semester ganjil ini meminta dan memberikan tanggung jawab kepada seluruh dosen untuk melayani mahasiswa dan mahasiswi yang ada di USWIM Nabire ini dengan tulus. Karena pada saat ini para dosen ditantang menyiapkan generasi bangsa yang profesional.Sekarang secara kelembagaan kita di USWIM Nabire telah dinilai maksimal melaksanakan semua tuntutan yang berlaku bagi lembaga perguruan tinggi. Namun kini sudah muncul lagi wacana baru, seorang dosen tidak hanya bergelar S-2 tetapi kedepan semua dosen di perguruan tinggi diharuskan sudah bergelar doctor (S-3), sehingga hal ini menjadi tugas kita bersama.Ditambahkan, mahasiswi USWIM Nabire bukan saja sebagai agen perubahan di suatu saat nanti. Tetapi juga harus menjadi tenaga–tenaga profesional yang diharapkan kelak dapat melanjutkan tongkat estafet pembangunan di bidang pembangunan apa saja, asalkan dimulai dari sekarang dengan semangat belajar yang tinggi. (des)
Bagikan artikel ini



