Mahasiswa Dogiyai Unjuk Rasa Miras, Judi Togel dan Tempat Hiburan
DOGIYAI – Mahasiswa Kabupaten Dogiyai mempelopori kegiatan unjuk rasa di Kantor DPRD Dogiyai, Senin (8/1) kemarin. Unjuk rasa dari Ti
Bagikan
DOGIYAI – Mahasiswa Kabupaten Dogiyai mempelopori kegiatan unjuk rasa di Kantor DPRD
Dogiyai, Senin (8/1) kemarin. Unjuk rasa dari Tim Peduli Budaya Mee ini
mengangkat persoalan peredaran minuman keras (Miras), judi Togel dan
tempat-tempat hiburan di Kabupaten Dogiyai. Unjuk rasa dengan penanggung jawab,
Benidiktus Goo. Jumlah massa kurang lebih 100 orang yang diterima Wakil Ketua
II DPRD Dogiyai, Markus Mote. Data yang dihimpun media ini, pukul 07.40 WIT massa berkumpul di lapangan sepak bola Kampung
Ekemanida Distrik Kamu untuk melakukan persiapan. Pukul 08.30 WIT, Waka Polsek
Kamu, Ipda H. Sudarman tiba di lapangan sepak bola Kampung Ekemanida dan
melakukan pertemuan dengan massa aksi demo. Pada kesempatan itu, Waka Polsek
Kamu juga sempat memberikan pesan-pesan Kamtibmas yang harus dipedomani dalam
aksi tersebut. Selanjutnya sekitar pukul 10.10 WIT, massa tiba di Kantor DPRD Dogiyai yang diterima Wakil
Ketua II DPRD Dogiyai, Markus Mote dan 4 anggota DPRD Dogiyai. Massa terlihat
langsung melakukan orasi. Setelah orasi, Korlap Benidiktus Goo menyerahkan
aspirasi yang telah disiapkan dan diterima oleh Wakil Ketua II DPRD Dogiyai. Saat menerima massa, Wakil Ketua II DPRD Dogiyai menuturkan, aspirasi mahasiswa dan
masyarakat yang peduli terhadap penyakit masyarakat telah diterima. Selanjutnya
anggota DPRD Dogiyai akan mempelajari dan menindaklanjuti aspirasi ini dengan
membentuk Pansus. “Saya atas nama DPRD Dogiyai berterimah kasih kepada adek-adek sekalian karena dalam aksi ini
berjalan dengan tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lain hingga tiba di
Kantor DPRD Dogiyai,” ujarnya. Tidak berselang lama, Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, S.IP tiba di Kantor DPRD Dogiyai dan
langsung meberikan sambutan kepada massa aksi demo. Bupati Dumupa menyampaikan
terima kasih kepada mahasiswa yang peduli dengan penyakit masyarakat di
Kabupaten Dogiyai. Dirinya atas nama
bupati sangat mendukung aspirasi ini, karena permasalahan ini adalah program
utama dirinya sebagai bupati terpilih. Lebih lanjut Bupati Dumupa mengatakan, aspirasi para mahasiswa telah diterima. Dalam waktu
dekat, bupati, DPRD Dogiyai, SKPD dan para tokoh akan melakukan pertemuan untuk
menyamakan persepsi dalam memerangi penyakit masyarakat. Dirinya juga telah
merencanakan lima Perda untuk dilaksanakan di Kabupaten Dogiyai dan pada sidang
perubahan tahun 2018 akan dianggarkan sehingga persoalan ini cepat ditangani. “Saya harapkan kepada semua pihak agar kita bersama-sama memerangi permasalahan ini sehingga
kedepan Kabupaten Dogiyai bisa sejajar dengan kabupaten lain yang ada di
Propinsi Papua,” harap Bupati Dumupa. Pukul 11.45 WIT seluruh rangkaian penyampaian aspirasi selesai dan massa membubarkan dengan
aman dan tertib. Dalam aksi tersebut mendapat pengamanan dari anggota Polsek Kamu sebanyak 6 personil dan
anggota Koramil Dogiyai sebanyak 4 personil yang dipimpin oleh Kanit Bimmas
Polsek Kamu, Aiptu Dominikus Mote.
Hingga saat ini Sitkamtibmas di Kabupaten Dogiyai masih aman terkendali. Turut hadir dalam giat tersebut, Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, S.IP, Asisten I Setda Dogiyai,
Nason Pigai, S.IP, Wakil Ketua II DPRD Dogiyai, Markus Mote, Ketua Komisi II
DPRD Dogiyai, Jani Bobii, Wakil Ketua Komisi II DPRD Dogiyai, Yusak Ernes
Tebai, tokoh masyarakat Dogiyai, Germanus Goo, Kepala Badan Pemberdayaan
Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Yohana Yobee, S.Pd, Ketua
KPU Dogiyai, Moses Magai, S.IP. (ros)
Bagikan artikel ini



