INTAN JAYA - Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat  (Kabag Kesra) Kabupaten Intan Jaya Titus Agimbauw, SH meminta kepada mahasiswa yang tergabung dalam aksi demo pada Jumat (24/7) lalu di depan Gedung Karel Gobay Nabire dan menamakan Gerakan Pelajar Mahasiswa Se- Indonesia(GPMI) agar segera mengembalikan nama baik bupati dan Kabag Kesra secara tertulis maupun lisan.   Dan demo GPMI dalam orasi demo yang meminta kejelasan dana Bantuan Pendidikan atau Study (Bandik), sesungguhnya dana Bandik bagi seluruh mahasiswa dan mahasiswi asal Kabupaten Intan Jaya untuk tahun 2015 sebahagian besar telah disalurkan lewat nomor rekening masing-masing mahasiswa/i di kota study sesuai data nama dan rekening dan sebahagian lagi dalam tahap pengiriman. Sehingga selaku Kabag Kesra mau tanya kira-kira tanggung jawab apa lagi menyangkut dana bantuan study yang belum dikirim, untuk itu perlu diingat oleh saudara-saudara mahasiswa/i yang melakukan aksi demo bahwa dalam kata maha itu mempunyai arti yang sangat penting “Dimana Maha Tinggi berati Tuhan Allah kita di Surga, dan maha yang kedua adalah saudara mahasiswa/i yang berarti menyangkut ilmu pengetahuan, yang berarti saudara tau mana yang benar dan mana yang salah”. Untuk itu para Mahasiswa catat bahwa pembangunan bidang pendidikan Intan Jaya Pintar lewat kebijakan Bapak Bupati Natalis Tabuni, SS.,M,Si dan Wakil Bupati Pendeta Yaan R.Kobogayauw, STh.,M,Div yang sibuk bantuan pendidikan bagi Mahasiswa/I asal Kabupaten Intan Jaya hingga saat ini sebahagian besar telah selesai dikirim dan ada yang dalam tahap pengiriman lewat nomor rekening masing-masing mahasiswa/i. Dikatakan Titus Agimbau kepada Papuapos Nabire Minggu (26/7) di Hotel Karya Papua Nabire, khusus bantuan pendidikan diberikan bagi semua mahasiswa/i tanpa terkecuali serta dibangun asrama dan dibayar rumah kontrakan bagi mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya dari Jawa hingga Papua. Dan hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Intan Jaya telah membangun satu asrama permanen di Kabupaten Nabire, pembangunan asrama 2 lantai di Jayapura, pembangunan asrama 2 lantai di Manado, pembangunan asrama 2 lantai di Makassar dan pembangunan satu asrama lagi di kota Yogjakarta. Sehingga inilah visi dan misi Intan Jaya Pintar yang menjadi program prioritas dari Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Intan Jaya yang diharapkan program ini tidak akan berhenti disini saja, tetapi akan dilihat mana yang perlu lagi untuk diperhatikan agar kedepan ada banyak sarjana lulusan S1, S2 dan S 3 asal Kabupaten Intan jaya serta jurusan langkah lain seperti Pilot dan Kedokteran. Untuk itu selaku Kabag Kesra menyarankan kepada mahasiswa agar melakukan demo yang wajar yang sifatnya ikut memperbaiki hal-hal yang salah, dan jangan melakukan demo yang menjatuhkan wibawa pemerintahan, karena hal itu dilihat kurang baik. Sehingga disarankan agar para mahasiswa kembali dan melihat tugas utamanya yakni kuliah, karena harapan orang tua dan pemerintah setelah mendapatkan ilmu pengetahuan kembali dan bangun Intan Jaya kearah yang lebih baik, bukan melakukan demo dan kritik pemerintah di jalan-jalan. Dan kepada saudara–saudara mahasiswa diingatkan pula untuk tidak mendengar provokasi–provokasi dari pihak manapun dan orang–orang yang tidak bertanggung jawab, tetapi harus fokus dengan tugas utama yakni kuliah agar selesai tepat waktu yang ditentukan oleh perguruan tinggi (PT) di negara ini. Sebab, bantuan study yang diberikan oleh Pemerimntah Kabupaten Intan Jaya bagi para mahasiswa/i asal Kabupaten Intan Jaya itu sifatnya mengurangi beban orang tua, sehingga tidak mutlak bantuan study itu menjadi tanggung jawab pemerintah semuanya. Sehingga bantuan study yang ada rata-rata diberikan kepada semua mahasiswa/i dengan tidak melihat pada IQ dan IPK dan bantuan pendidikan ini hanya kebijakan dari bupati dan wakil bupati guna menjawab visi dan misi Intan Jaya Pintar, untuk itu marilah kita belajar untuk tidak meminta dan menuntut yang berlebihan soal bantuan tersebut. Untuk itu kami yang ada saat ini dan dipercayakan pemerintah membantu saudara mahasiswa akan tunggu mahasiswa yang melakukan demo, setelah selesai study dan kembali serta diangkat menjadi Pegawai Negerri Sipil (PNS) dan kami akan tunggu dan lihat apa yang saudara buat bagi masyarakat. Jika saudara belum mendapatkan biaya bantuan study berarti ada tiga hal sebagai faktor yakni mahasiswa tersebut telah dapat bantuan akhir study pada tahun 2014 lalu, berarti tahun 2015 yang bersangkutan tidak dapat, karena pemerintah tau yang bersangkutan telah selesai study. Kedua, ketua ikatan masing-masing kota study tidak akamodir nama-nama mahasiswa/i tersebut dan ketiga mahasiswa/i tersebut nomor rekening bisa saja terblokir atau diganti, sehingga tidak bisa dilakukan pengiriman dan pihak bank mengembalikan uangnya. Dan selaku Kabag Kesra tugasnya hanya menerima data dari setiap kordinator mahasiswa di kota study masing-masing untuk direkap, sehingga bukan Kabag Kesra yang punya tugas untuk mencoret-coret data mahasiswa/i yang ada. Kami pemerintah juga turut membangun Sumber Daya Manusia (SDM), bukan membunuh SDM, sehingga marilah kita sadar akan apa yang telah dibuat dengan mencoreng wibawa pemerintah daerah yang mana selama ini telah banyak memberikan bantuan study. “Kami merasa tidak bersalah dalam menjalankan roda pemerintahan selama ini, akan tetapi kami dikatakan bersalah oleh orang lain, maka silakan berurusan dengan Tuhan dan kepada kordinator demo harus mengembalikan nama baik bupati dan Kabag Kesra secara tertulis lewat media maupun tidak tertulis,” imbuhnya. (des)